Perkuat Edukasi Pemberitaan Covid-19, BNPB Gelar Pendampingan Wartawan

0
35 views

TANGERANG- Tingginya kejadian bencana diIndonesia tiap tahunnya semakin meningkat, informasi mengenai kejadian bencana dan Covid-19 makin sering diberitakan. Pers atau wartawan, baik media cetak maupun media elektronik merupakan garda terdepan dalam penyebaran informasi mengenai kejadian bencana dan perkembangannya.

BNPB melihat media massa sebagai bagian dari pentahelix penanggulangan bencana. Dalam konteks relasi dengan media massa, Pentahelix ini memiliki kapasitas yaitu kanal untuk mengedukasi dan menjangkau masyarakat.

Eksistensi wartawan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Fungsi wartawan sebagai media informasi, unsur pendidikan kepada masyarakat, hiburan dan sebagai alat kontrol sosial harus diakui keberadaannya dan sangat penting dalam penyebaran informasi terjadinya bencana. Untuk memperkuat edukasi pemberitaan Covid-19 BNPB gelar Pendampingan Wartawan dengan Tema yang diangkat pada pendampingan wartawan kali ini adalah “Kita Berbagi, Kita Mengedukasi Covid-19” bertempat di Novotel Hotel, Tangerang, Banten pada Selasa (6/10).

“Dalam penanggulangan bencana data bencana merupakan kunci dalam penanggulangan. Pengelolaan data bencana yang akurat dan baik, tentu menjadi bagian dalam peningkatan kapasitas pelaku bencana. Pengelolaan data bencana sumber untuk mencapai keberhasilan penanggulangan bencana. Siapa yang menguasai data, maka dia mampu menguasai dunia. Pemberitaan yang baik harus di dukung dengan data yang valid.

Selain itu adanya upaya dalam menanggulangi risiko bencana perlunya konsep pengurangan risiko bencana dengan mengurangi risiko bencana melalui upaya sistematis untuk menganalisa dan mengurangi faktor-faktor penyebab bencana. Mengurangi paparan terhadap bahaya, mengurangi kerentanan manusia dan properti, manajemen yang tepat terhadap pengelolaan lahan dan lingkungan, dan meningkatkan kesiapan terhadap dampak bencana merupakan contoh pengurangan risiko bencana.

Pengurangan risiko bencana meliputi disiplin seperti manajemen bencana, mitigasi bencana dan kesiapsiagaan bencana, tetapi PRB juga merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan. Agar kegiatan pembangunan dapat berkelanjutan mereka juga harus mengurangi risiko bencana,” ujar Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati dalam sambutannya.

Sementara itu Deni Koeswara Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang dalam paparannya, mengatakan upaya yang dilakukan BPBD Kota Tangerang dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 menerapkan protokol kesehatan secara masif. Pengunaan masker wajib dilakukan dan tes swab masif dilakukan. Pembagian masker kepada masyarakat sering dilakukan serta penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum. Fasilitas kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan terus diperkuat.

“Namun kerja keras Pemerintah tanpa di dukung masyarakat akan tidak maksimal. Disini perlunya edukasi pemberitaan Covid-19 kepada masyarakat. Peran dari Pentahelix pada media dapat berperan dalam mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Elemen yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana wartawan dapat menyajikan informasi yang berharga kepada masyarakat. Informasi tidak hanya pada konteks terjadinya korban terpapar virus Corona tetapi edukasi dalam pencegahan Virus Corona kepada masyarakat,” ujar Deni.

Kegiatan Pendampingan Wartawan yang berlangsung selama dua hari menghadirkan narasumber Acmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes. Deni Koeswara, Kalaksa BPBD Kota Tangerang. Ahmad Arif, Jurnalisme Kebencanaan,  Raditya Jati Kapusdatinkom BNPB dan Egy Masadiah, Tenaga Ahli Komunikasi BNPB.

Dari pertemuan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan di bidang penanggulangan bencana dan mengedukasi pemberitaan Covid-19. Selain itu dapat mendorong peran yang lebih besar dalam informasi mitigasi bencana kepada masyarakat, sehingga upaya-upaya penanggulangan bencana dapat lebih berdayaguna dan berhasil guna. Meningkatkan kapasitas para peserta, sehingga di lapangan kelak dapat membantu dalam penyebaran informasi terkait bencana alam, dan edukasi dalam pecegahan penyebaran pandemi covid-19.(*/air)