Perkuat Fisik Atlet Takraw

SERANG – Atlet Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banten sedang fokus meningkatkan kekuatan fisik. Latihan itu dilakukan untuk menyambut PON Papua 2020.

Pengurus Provinsi (Pengprov) PSTI Banten berhasil meloloskan lima atlet putra dan tiga atlet putri dalam ajang Pra PON 2019 yang dihelat di Jakarta, Agustus lalu. Atlet tersebut bertanding di nomor inter regu dan double event, serta atlet putri yang bertanding di nomor double event.

Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PSTI Banten, Muklis Ali mengatakan, konsentrasi latihan fisik merupakan salah satu program latihan yang masuk dalam tahap persiapan umum. Tahap persiapan umum ini telah dimulai sejak tim sepak takraw Banten menyegel tiket ke PON Papua.

“Pemusatan latihan daerah (pelatda) PON masih terus berjalan. Tidak ada kendala. Kita masih di tahap persiapan umum, yang lebih terkonsentrasi untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kekuataan fisik atlet,” kata Muklis.

Pada pelatda PON, Muklis menjelaskan waktu latihan juga semakin diintensfkan. Dari yang biasanya dua hari dalam sepekan, saat ini enam hari dalam sepekan. Libur latihan hanya Jumat.

“Hampir setiap hari atlet PON sepak takraw Banten latihan. Pagi dan sore. Ini kita lakukan agar atlet bisa cepat menyerap materi yang kita berikan. Tujuannya agar kemampuan atlet lebih siap, sebelum memasuki tahap latihan selanjutnya,” jelas Muklis.

Untuk tahap persiapan umum, sambung Muklas, dijadwalkan sudah rampung pada akhir Februari. Sehingga pada Maret, latihan atlet telah memasuki tahap persiapan khusus. Latihan fisik dan teknik lebih diutamakan.

“Di persiapan umum ini tingkatannya sudah berbeda. Teknik-teknik sepak takraw kita perkuat lagi. Yang jelas kami akan terus berupaya agar atlet bisa menjadi yang terbaik. Dan mempersembahkan prestasinya di PON nanti,” harap Muklis. (rbs/nda/ags)