Perlintasan Tak Berpalang Pintu, Avanza Terseret Kereta Api Sejauh 50 Meter

Kereta api dari arah Jakarta menuju Merak sedang melintas di sisi Avanza bernomor polisi A 1073 VK yang tertabrak kereta api sebelumnya di perlintasan Ramanuju Tegal, Keluarahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon sekira pukul 15.15 WIB pada Sabtu (5/5).

CILEGON – Kecelakaan yang melibatkan kereta api dan mobil kembali terjadi di perlintasan tanpa palang pintu. Kali ini melibatkan minibus jenis Avanza yang berpenumpang lima orang dengan nomor polisi A-1073-VK yang dikemudikan Arip Hidayatullah di perlintasan Ramanuju Tegal, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon sekira pukul 15.15 WIB, Sabtu (5/5). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun, saat itu Arip sedang menghadiri undangan bersama rekannya. Lantaran berprofesi sebagai pengemudi taksi online, Arif membuka aplikasi, ternyata ada pelanggan yang meminta diantar. Arif memenuhi panggilan itu dengan menjemputnya. Saat itu, Arif menjemput empat orang penumpang. Di antaranya tiga anak-anak (Arsifa Mutiara, Amira Nurul, dan Arifi Ahmad) dan satu orang dewasa bernama Ita Umani.

Mereka berempat naik kendaraan yang dikemudikan Arip. Saat itu kendaraan melaju menuju arah Jalan Raya Cilegon-Anyer. Kemudian, Arif membawa kendaraannya masuk ke dalam gang untuk melewati perlintasan kereta api Ramanuju Tegal. Rupanya, Arip tidak memerhatikan kereta api penumpang yang melaju dari arah Cilegon menuju Merak. Benturan pun tak dapat dihindari, kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menabrak mobil yang dikemudikan Arip pada bagian tengah samping. Avanza berpenumpang lima orang itu terseret sejauh 50 meter dari lokasi benturan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Para penumpang hanya mengalami luka ringan dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon oleh masyarakat sekitar yang menolongnya.

Pantauan Radar Banten Sabtu (5/5), kondisi mobil Avanza milik Arip hancur terseret sejauh 50 meter oleh kereta penumpang itu. Petugas stasiun yang mendapatkan informasi dari masyarakat langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi, karena mobil yang terseret tersebut masih menjorok ke arah rel. Sehingga ketika kereta lewat harus berjalan perlahan. Peristiwa tersebut juga menjadi tontonan masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas.

Kasat Lantas Polres Cilegon AKP Fikri Ardiyansyah mengatakan, kasus kecelakaan tersebut pihaknya tidak menangani, karena kecelakaan terjadi pada perlintasan tidak berpalang pintu. Jika kecelakaan terjadi di perlintasan berpalang pintu, baru ditangani. “Yang nangani Reskrim karena tidak ada palang pintu,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada Radar Banten Minggu (6/5).

Kapolsek Ciwandan Kompol Idrus Madaris menjelaskan kronologis kecelakaan melibatkan Avanza dan kereta api penumpang tersebut. Menurut Idrus mengutip keterangan sopir, saat akan melintas, tiba-tiba mati mesin di tengah rel. Sopir panik dan tidak sempat keluar dari kendaraan saat kereta api penumpang dari arah Cilegon menuju Merak hendak melintas, sehingga terjadi tabrakan. “Kendaraan terseret kurang lebih 50 meter dari tempat perkara,” ujarnya.

Kepala Stasiun Cilegon Muhammad Azizi mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Kereta yang menabrak merupakan kereta api Lokal Rangkasbitung-Merak yang sedang menuju Merak. Masinis kereta sudah membunyikan bel ketika akan melintasi perlintasan tanpa palang pintu. “Kereta tidak apa-apa dan masih bisa melanjutkan perjalanan ke Merak. Masinis sebelum melintasi perlintasan tanpa palang pintu sudah kasih semboyan 35 sebagai tanda kereta mau lewat,” tuturnya.

Sementara suami korban, Sumitro Wardoyo mengatakan, saat itu istrinya dan tiga orang anaknya pulang dari Ramayana hendak bersilaturahmi ke rumah ibunya menggunakan taksi online. Setibanya di tempat kejadian, tiba-tiba mobil tersebut berhenti. “Tidak tahu, tiba-tiba mobil itu berhenti saja di tengah rel kereta. Entah melamun atau seperti apa dan langsung tertabrak kereta,” ujarnya.

Kata Sumitro, anak-anaknya itu hanya mengalami luka memar pada bagian kepala dan lecet di pipi. Namun yang balita sekitar usia lima bulan memar pada bagian kepala dan mengalami keretakan. “Kalau yang besar itu tidak apa-apa, hanya pelipis sebelah kiri. Istri juga tidak apa-apa,” tandasnya. (Adi/RBG)