Atlet panahan se-Banten bersaing di ajang Sirkuit Panahan Banten Seri I 2017 di Lapangan Sepak Bola Citalahap, Banjar, Pandeglang, Oktober lalu.

SERANG-Untuk menggali atlet potensial, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Banten mengagendakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Sirkuit Panahan 2017. Single event edisi kedua itu akan dihelat di Stadion Pasir Ona, Lebak, Jumat-Minggu (22-24/12).

Ketua Umum Pengprov Perpani Banten Ridwan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan untuk atlet-atlet panahan Banten.

“Ini yang kedua untuk tahun ini. Kami berharap melalui event ini bisa menemukan bibit-bibit atlet potensial masa depan panahan Banten. Sedangkan untuk atlet senior, kemampuannya semakin terasah melalui event ini,” kata Ridwan kepada Radar Banten, Kamis (14/12).

Ridwan menambahkan, untuk setiap kabupaten kota bebas mengirimkan atletnya pada ajang ini. “Kita tidak batasi soal jumlah pesertanya. Justru lebih banyak lebih bagus. Kami bisa lebih banyak peluangnya untuk memilih atlet-atlet terbaik,” ungkap pria berkacamata itu.

Ajang itu juga, lanjutnya, akan dijadikan sebagai event rutin tahunan untuk evaluasi pembinaan yang dilakukan masing-masing pengcab se-Banten. “Tahun depan kita agendakan empat seri agar pembinaan di pengcab lebih intens lagi. Biasanya kan kita melakukan latihan kalau mau ada event saja, setelah itu vakum lagi. Nah, dengan adanya sirkuit diharapkan pembinaan berjalan intens,” terangnya Ridwan.

Ketua Pengcab Perpani Kota Serang Ade Upik Safitri mengaku, siap berpartisipasi. “Kita sudah siapkan atlet-atlet andalan untuk tampil di kejurda. Atlet itu mulai dari junior sampai senior akan kita kirimkan supaya jam terbangnya terus bertambah,” ujar Ade.

Perihal prestasi, lanjut Ade, pihaknya enggan muluk-muluk. Soalnya, kejuaraan tersebut hanya diprioritaskan sebagai wadah pembinaan untuk atletnya.

“Ini untuk mengukur kemampuan atlet-atlet kita. Sejauh mana kelebihan dan kekurangannya. Dari sini kita bisa evaluasi karena tahun depan ada multievent pelajar (popda) dan event atlet senior (porprov). Kita hanya mencari bahan untuk evaluasi saja,” pungkasnya. (Andre AP/RBG)