Perselingkuhan Dominasi Latar Belakangi Perceraian ASN

0
107

RANGKASBITUNG – Sebanyak 38 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lebak sepanjang tahun ini mengajukan gugatan cerai. Penyebab hancurnya rumah tangga itu adalah orang ketiga (perselingkuhan), faktor ekonomi, dan media sosial (medsos).

Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan pada 2017 yang hanya mencapai 35 kasus. “Gugatan cerai kebanyakan diajukan oleh perempuan. Penyebabnya, perselingkuhan dan faktor ekonomi,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Fuad Lutfi Kabupaten Lebak, kemarin.

Hingga sidang perceraian di pengadilan, ia mengaku selalu berupaya untuk melakukan mediasi (mempersatukan), tetapi tidak berhasil.

“Setelah dimediasi memang ada yang kembali rujuk. Tapi, kebanyakan tidak bisa dimediasi dan tetap memilih untuk bercerai,” katanya.

Fuad menegaskan, penyebab perceraian di lingkungan ASN di Lebak didominasi oleh adanya pihak ketiga. Yakni, adanya wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain (PIL). “Saat ini angka tingkat perceraian ASN cukup tinggi terutama berasal dari kalangan pendidik. Oleh karena itu, sebagai abdi negara harus menjaga sikap perilaku yang baik sehingga menjadi panutan bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Menurut Fuad, medsos yang kerap kali menjadi tempatnya komunikasi asmara dengan pihak ketiga adalah Facebook dan WhatsApp. Komunikasi atau percakapan dari medsos itulah yang dijadikan barang bukti para penggugat. “Hampir 70 persen wanita, sisanya pria yang mengajukan gugatan cerai. Dan dari 38 orang sebanyak 35 sudah diberikan surat rekomendasi sementara yang tiga orang masih dalam proses,” katanya.

Fuad menerangkan, salah satu upaya untuk menyegarkan semua pegawai di lingkungan Pemkab Lebak, dilakukan pengajian seminggu sekali. “Sepekan sekali kita mengadakan pengajian dengan mengundang para alim ulama untuk memberikan siraman rohani,” tukasnya.

Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku, terpaksa mengakhiri biduk rumah tangga yang telah belasan tahun dibinanya bersama sang suami karena sudah tak memiliki kecocokan lagi. “Sudah tak satu visi lagi dalam berumah tangga. Karena itu, kami memutuskan untuk berpisah dan ini adalah yang terbaik bagi kami,” katanya ditemui di BKPP Lebak. (Ence/RBG)