Perserang Kalah Tipis dari Sriwijaya FC

Gelandang Sriwijaya FC Ryan Wiradinata (kiri) mengamankan bola dari serangan pemain Perserang (tengah) pada laga pembuka kompetisi Liga 2 Indonesia 2019, Rabu (21/8). Foto Basyar For Radar Banten

SERANG – Perserang kalah tipis dari Sriwijaya FC pada laga pembuka putaran kedua Liga 2 Indonesia 2019, Rabu (21/8). Dalam laga kandang itu, perangkat pertandingan dinilai telah membuat keputusan yang merugikan Perserang.

Awal babak pertama Perserang tampil memukau. Laskar Singandaru, julukan tim Perserang, cukup mendominasi serangan. Tampil di depan publik, Perserang membuka peluang pertamanya di menit ketujuh. Tendangan bebas gelandang Perserang Suandi dari sisi kiri meluncur tajam ke gawang Sriwijaya FC. Namun, kiper Sriwijaya FC Galih Sudaryono masih mampu menjinakkannya.

Anak asuh Jaya Hartono masih terus tampil menekan. Tidak begitu sulit bagi gelandang Perserang menembus jantung pertahanan Sriwijaya FC.

Namun, lagi-lagi peluang tersebut masih bisa dipatahkan oleh penampilan gemilang kiper Sriwijaya FC, Galih Sudaryono. Sementara Sriwijaya FC lebih memanfaatkan serangan balik. Striker Sriwijaya FC Yohanis Nabar juga tak kalah garang. Namun, peluang yang dibuka belum berbuah gol. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, petaka bagi Perserang mulai tercium. Tepatnya memasuki menit ke-66. Pemain andalan Perserang Hari Habrian mendapat dua kartu kuning beruntun pada menit tersebut. Sehingga, Hari harus keluar dari lapangan karena sudah mendapat kartu merah.

Jumlah pemain yang tidak seimbang dimanfaatkan dengan baik oleh Sriwijaya FC. Berganti, kini Sriwijaya FC yang mulai mendominasi serangan. Hingga pada menit ke-84, gelandang Sriwijaya FC Hendri Satriadi membuka keunggulan untuk timnya. Sepakan keras Hendri tak mampu dihalau oleh TB Safrudin, kiper Perserang.

Tertinggal 0-1, penggawa Perserang mencoba bangkit dengan menaikkan intensifitas serangannya. Pun demikian bagi Sriwijaya FC yang masih berambisi menambah jumlah gol. Namun, hingga pertambahan waktu lima menit usai, skor masih tak berubah.

Pelatih Perserang Jaya Hartono mengapresiasi permainan anak asuhnya. Bagi Jaya, kekalahan Perserang tidak lepas dari keputusan wasit yang merugikan tim Perserang. “Seharusnya kalau hakim garis mengangkat bendera out, dia harus mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan. Tetapi, dia turunkan lagi karena bolanya sudah dibawa pemain lawan,” kata Jaya.

Selain itu, dijelaskan Jaya, keputusan perangkat pertandingan yang dinilai kontroversi kala M Ridwan berbenturan fisik dengan pemain Sriwijaya FC. Namun, Sriwijaya FC yang mendapat tendangan bebas. “Posisi M Ridwan di depan, lawannya ada di belakang. Tapi, kita yang kena free kick. Wasit tahu aturan tidak? Kalau dia tutup mata di sini karena membela tim lawan, kami sangat kecewa,” ungkap Jaya.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengucapkan syukur atas kemenangan timnya. Kas mengaku, raihan tiga poin sudah melampaui dari target. “Seluruh pemain sudah bekerja keras. Dengan bertambahnya pemain, membuat permainan tim lebih berwarna. Bersyukur sudah dapat tiga poin. Karena target awalnya kita hanya mengincar satu poin,” jelas Kas.

Terkait keputusan perangkat pertandingan pada laga tersebut, Kas menanggapi dengan santai. Baginya, wasit sudah bekerja dengan profesional. “Saya melihat keputusan wasit masih wajar-wajar saja,” kata Kas. (rbs/nda/ira)