Perserang vs Cilegon United Sama Kuat, 1-1

Pemain Perserang Alan Arthur Aronggear (biru langit) berduel udara dengan dua pemain Cilegon United (CU) saat kedua tim bertemu pada laga lanjutan Liga 2 Indonesia wilayah barat di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Selasa (9/10). Skor akhir sama kuat, 1-1.

SERANG – Derby Banten antara Perserang dan Cilegon United (CU) di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, berlangsung sengit, Selasa (9/10). Namun, pertempuran berakhir tanpa pemenang. Ya, pertandingan pekan ke-21 Liga 2 Indonesia wilayah barat ini berakhir dengan skor sama kuat, 1-1.

Meski begitu, skor imbang ini membuat CU yang bermain tandang membawa satu poin. Namun, harapan CU dan Perserang untuk lolos menuju babak delapan besar sama-sama sangat kecil.

Sejak memasuki putaran pertama pertandingan, Laskar Singandaru dan Laskar Geger Cilegon menampilkan permainan terbaiknya. Kedua tim sama-sama menerapkan permainan terbuka yang membuat pertandingan semakin menarik.

Anak asuh Sasi Kirono membuka peluang pertamanya melalui Nanang Asripin yang mampu melepaskan tembakan, tetapi belum menemui sasaran. Perserang juga tak tinggal diam, bermain di hadapan ribuan suporternya, Laskar Singandaru pun mencoba mengambil alih serangan.

Permainan atraktif satu dua sentuhan coba diterapkan oleh Ferry Aman Saragih dan kawan-kawan dari lini tengah lapangan. Namun, kedisiplinan barisan belakang pemain CU mampu mematahkan alur serangan Perserang.

CU yang sempat ditekan, justru berhasil membuat gol pertamanya pada menit ke-13. Penyerang CU Jalwandi yang berdiri bebas di dalam kotak penalti melepaskan tembakan tanpa mampu dihalau penjaga gawang Tubagus Safrudin. Skor 1-0 untuk CU.

Tertinggal 0-1 tak membuat nyali anak asuh Bambang Nurdiansyah (Banur) ciut. Penggawa Perserang malah semakin menekan barisan pertahanan lawannya. Lima menit berselang, Perserang akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui sepakan gelandang M Ridwan yang memanfaatkan umpan silang Oktovianus Maniani. Hingga turun minum pertama skor bertahan 1-1.

Memasuki babak kedua, Perserang terus menekan barisan pertahanan CU. Dua peluang berhasil diciptakan Perserang melalui Oktovianus Maniani. Namun, kedua peluang tersebut belum membuahkan gol.

CU yang terus ditekan mencoba mengembangkan permainan. Peluang emas sempat tercipta melalui penyerang andalannya Nanang Asripin. Namun, sepakan yang dilontarkan pemain bernomor 10 tersebut masih bisa ditahan oleh Tb Safrudin, kiper Perserang.

Pada menit akhir tambahan waktu CU mampu menceploskan gol ke gawang Perserang yang dijaga Tb Safrudin. Namun, wasit Steven Yubel Poli yang memimpin pertandingan menganulir gol dari kaki Andi Sopian tersebut setelah hakim garis mengangkat bendera terlebih dahulu menandakan offside.

Asisten Pelatih Perserang Tubagus Tema Mursadat mengaku kecewa atas hasil tersebut. Menurut dia, bermain di kandang seharusnya Perserang mampu meraih tiga poin.

“Hasilnya tidak memuaskan. Namanya main di kandang harus sapu bersih (menang). Hasil ini membuat peluang untuk lolos babak berikutnya (babak delapan besar) tertutup,” ujar Tema.

Sementara itu, Pelatih CU Sasi Kirono Sumantri mengucapkan syukurnya lantaran masih membawa satu poin pada pertandingan itu. Kendati demikian, Sasi mengatakan, peluang timnya untuk lolos babak delapan besar sudah tipis.

“Pemain telah menjalankan instruksi. Hasil pertandingan kami syukuri karena minimal tidak kehilangan poin di kandang Perserang itu sudah cukup. Alhamdulillah,” tuturnya. (Riko BS/RBG)