Perserang vs Persita Berakhir Imbang

Kapten Perserang Idang Novriza Ali (kiri) membayang-bayangi pergerakan striker Persita Qischil (kanan) pada kompetisi Liga 2 pekan ke-8 di Stadion Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/7). Foto Media Persita For Radar Banten

TANGERANG – Tren kemenangan Persita Tangerang kala berlaga di Stadion Utama Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, gagal dipertahankan. Kemarin (28/7), tim berjuluk Pendekar Cisadane itu ditahan imbang oleh Perserang. 

Derbi Banten yang berlangsung ketat itu berakhir dengan skor 1-1. Barisan pertahanan Perserang tampil disiplin. Sehingga, laga sarat gengsi pada pekan kedelapan Kompetisi Liga 2 Indonesia wilayah Barat itu berlangsung alot.

Sejak babak pertama bergulir, Persita terus membombardir barisan pertahanan tim berjuluk Laskar Singandaru itu. Menit ketujuh, Persita sempat mendapat peluang. Gelandang Persita Ade Jantra melesatkan tendangan keras ke arah gawang Perserang. Tetapi, peluang berhasil dihalau barisan belakang Perserang.

Memasuki menit ke-28, kesempatan kembali dibuka oleh Persita. Striker Persita Sirvi Arvani mencoba menyarangkan golnya ke jala Perserang. Lagi-lagi, pemain belakang Perserang mampu menghalau sepakan pemain bernomor punggung 29 itu.

Sementara, Perserang juga mencari celah untuk menyerang balik Persita. Namun, upaya dari kedua tim belum berbuah manis hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan kian berlangsung sengit. Dua tim ngotot saling menyerang. Beberapa kali kedua tim menciptakan kesempatan untuk kemenangan.

Petaka menghampiri Persita pada menit ke-67. Bek Persita Asep Budi menjatuhkan salah satu pemain Perserang di kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih. Mantan penggawa Persita, Hari Habrian ditunjuk sebagai eksekutor bola mati tersebut. Kepercayaan itu dibayar lunas oleh Hari dengan menjebol gawang Persita. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Perserang.

Tertinggal 0-1, Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro menambah daya gedor timnya. Qischil menggantikan striker Persita, Kito. Duet antara Sirvi Arvani dan Qischil membuat repot penggawa Perserang.

Umpan pendek pemain Persita untuk menembus pertahanan Perserang membuahkan hasil. Delapan menit usai penalti Perserang, Sirvi Arvani berhasil menjebol gawang Perserang. Skor pun berubah imbang, 1-1 pada menit ke-75.

Dikejar waktu, Persita dan Perserang saling berupaya untuk unggul. Namun sayang, upaya dari kedua tim tak satu pun yang membuahkan hasil. Skor tetap bertahan hingga pertandingan usai.

Menanggapi kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri, Widodo Cahyono Putro mengatakan, hasil tersebut di luar ekspektasinya. Widodo menjamin hasil seri itu tidak akan terulang pada laga kandang selanjutnya.

“Kami menargetkan poin penuh, tapi hasil berbicara lain. Kami tetap berterima kasih atas kerja kerasnya dari semua pemain. Untuk next pertandingan, enggak ada lagi cerita kita untuk draw, tapi kita harus maksimalkan. Untuk bisa mengubah posisi, tentu di setiap pertandingan kita harus bisa memenangkan pertandingan,” kata Widodo.

Widodo mengaku akan menjadikan hasil seri itu sebagai bahan evaluasi. Terutama agar anak asuhnya tidak melakukan kecerobohan di kotak penalti lawan. “Tentu kami mengevaluasi dari keseluruhan. Mana yang perlu kita perbaiki, nanti kita akan ulas. Jangan sampai foul, jangan sampai di kotak penalti melakukan pelanggaran, sekecil apa pun,” ungkap Widodo. (Riko B/RBG)