Persiapan 80 Persen, Kesadaran Warga Muncul

PADARINCANG – Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019 tak hanya mengubah wajah perkampungan. Kesadaran warga akan keindahan, kebersihan, dan keamanan lingkungan pun mulai muncul. Dampak positif ini mulai terlihat di kampung-kampung peserta lomba. Salah satunya, Rw 006, Kampung Cipait Timur, Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang. 

Sekretaris Desa Ciomas Mulyadi mengakui jika lingkungan kampung peserta lomba berhadiah total senilai Rp900 juta itu sudah berbeda. Perubahan paling mencolok adalah pada jalan lingkungannya. Jadi tampak lebih rapi dan bersih. Di kanan dan kiri jalan, telah terpasang pagar bambu dengan beberapa warna.

Pemagaran sebagai pembatas jalan dengan rumah warga yang belum punya pagar ini memang belum rampung. Ada pagar yang sudah dipasang tapi belum dicat.

Warga RW 006, Kampung Cipait Timur, bergotong royong menata kampungnya secara bertahap. Setiap hari Minggu, warga membuat dan memasang pagar dari bambu di sepanjang jalan lingkungan mereka. Bahkan, pada hari biasa, ada beberapa warga yang sukarela mengecat pagar bambu tersebut. Cat ini disediakan oleh Pemerintah Desa Ciomas. Warnanya disesuaikan dengan keinginan warga.

“Gotong royong dilakukan warga sejak dua minggu terakhir, secara bertahap membuat suasana kampung mulai berubah,” jelas Mulyadi saat ditemui Banten Raya TV (grup Radar Banten), Rabu (16/10).

Dijelaskan Mulyadi, pemerintah desa dan warga Cipait Timur juga sudah melengkapi perkampungan ini dengan tong sampah. Sarana pengelolaan sampah ini ditempatkan di beberapa titik.

“Saat ini, progres persiapan sudah sekitar 80 persen. Hanya tinggal pemagaran dan pengecatan di beberapa rumah warga, serta melakukan penghijauan di halaman rumah warga untuk lebih memperindah Kampung Cipait Timur. Pengecatan pos ronda juga belum dilakukan,” tutur Mulyadi.

Sementara, Ketua RT 30 RW 006, Kampung Cipait Timur, Juhra mengungkapkan bahwa perilaku warganya mulai berubah. Selama persiapan menghadapi lomba, sejumlah warga kampung ini telah sadar dengan membuang sampah pada tempatnya. Perlahan-lahan, Juhra berharap, seluruh warganya bisa disiplin tidak membuang sampah sembarangan.

“Perubahan perilaku warga ini, saya harap, bisa terus membaik sehingga Cipait Timur bisa jadi kampung yang warganya sadar akan kebersihan dan keamanan lingkungan,” tandas Juhra. (rio/ang/don/ags)