Skuad Persikota usai menjuarai Liga 3 Banten.

SERANG – Pertandingan Persitangsel melawan Persikota Tangerang di laga penentu berlangsung alot di Stadion Heroik Kopassus, Kota Serang, Senin (27/8). Sepanjang pertandingan tersebut kedua tim sama-sama tidak menghasilkan gol.

Kendati imbang, Persitangsel harus merelakan jika Persikota Tangerang yang pada akhirnya menjadi juara umum kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Banten 2018. Persitangsel sebagai juara umum tahun 2017 lalu kini harus puas di posisi runner-up.

Kemenangan Persikota atas Persitangel dihitung dari perolehan jumlah poin dan gol terbanyak yang diraih. Sepanjang kompetisi, Persikota membuktikan gawangnya belum pernah kebobolan. Sementara, Persitangsel pernah merasakan dua kali kejebolan. Namun, kedua tim tersebut tetap sama-sama akan mewakili Banten di Liga 3 Indonesia.

Bahkan, di laga terakhir Liga 3, Persikota terbilang bermain lebih maksimal dari Persitangsel. Itu dilihat dari penguasaan bola yang lebih banyak berada di pemain Persikota. Kedua tim sama-sama terus mengancam, tetapi peluang yang dilontarkan selalu gagal.

Pelatih Persikota Tangerang Wawan Kurniawan mengaku bersyukur atas kemenangannya meraih juara umum. Ia mengatakan, hasil juara yang didapat sudah sesuai dengan target yang diusung oleh Persikota. “Alhamdulillah, paling tidak kita sudah meloloskan tim ini untuk ke fase regional,” katanya.

Ia mengatakan, akan membenahi skuatnya menuju pertandingan yang lebih bergengsi nanti. Ia masih menilai permainan anak asuhnya kurang maksimal saat melawan Persitangsel. “Sebelumnya kita menargetkan dapat memberikan satu atau dua gol melawan Persitangsel,” ucapnya.

Wawan menjelaskan, evaluasi yang akan dilakukan untuk membenahi timnya bukan tidak mungkin dengan mendatangkan para pemain baru. “Ada beberapa sektor yang kita butuhkan mulai dari tengah, belakang, dan depan. Insya Allah, kita akan berusaha dan Allah yang menentukan (lolos ke Liga 2),” ujarnya.

Pelatih Persitangsel Solihin mengaku, permainan timnya kurang maksimal pada laga tersebut karena sejumlah pemain andalannya tidak bisa diturunkan akibat masih cedera. “Karena faktor ketenangan, pemain-pemain pengganti itu kan ketenangannya agak kurang. Jam terbangnya kurang,” ucapnya.

Kendati di posisi kedua, Solihin mengaku tetap bersyukur karena masih dapat mewakili Banten untuk ke tingkat Liga 3 Indonesia. “Kita akan evaluasi total. Sekitar 30 persen akan kita geser. Semua unit akan saya cari pemain,” tuturnya.

Solihin optimistis, Persitangsel akan lolos menuju Liga 2. “Kita harus masuk, apalagi katanya sekarang kuotanya lebih bagus,” harapnya. (rbs/ibm/dwi)