Para pemain Persita Tangerang melakukan aksi protes terhadap keputusan wasit pada pertandingan melawan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireun, Aceh, Jumat (14/9) sore. Pada pertandingan tersebut Persita Tangerang kalah dengan skor 2-0.

SERANG – Dalam lawatannya ke Stadion Cot Gapu, Bireun, Persita Tangerang gagal meraih poin setelah dikalahkan oleh tim sang tuan rumah Aceh United Football Club (AUFC), Jumat (14/9) sore. Aceh United mencukur Persita Tangerang dengan skor akhir 2-0.

Pada laga lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia wilayah Barat ini, Persita Tangerang dan Aceh United bermain imbang pada babak pertama. Meski saling serang, kedua tim belum ada yang mampu membuka keunggulannya. Peluang-peluang gol masih kandas di kaki para pemain belakang.

Laskar Iskandar Muda baru mampu menjebol gawang Persita Tangerang pada babak kedua. Tepatnya pada menit ke-52 dan 78. Para punggawa Persita Tangerang terus mencoba mengejar ketertinggalannya itu, namun sayang hingga peluit akhir skor masih tidak berubah.

Pelatih Persita Wiganda Saputra mengakui pada laga away tersebut merupakan pertandingan terbilang berat. Berat, dalam artian banyak hal tidak terduga yang terjadi sehingga tidak menguntungkan bagi pihak Persita. Kendati demikian Wiganda tetap mengakui kekalahannya.

“Sudah bukan berat lagi, capek. Kalau secara teknik kami tidak ada masalah. Di babak awal kita bermain imbang, begitu juga di babak kedua,” ujar Wiganda.

Hanya saja, sambung Wiganda, kebobolan yang dialami oleh Persita lantaran terjadinya bola kemelut yang diduga kiper Persita saat itu dalam keadaan tidak siap akibat terjatuh saat bersengggolan fisik dengan pemain lawan.

“Kemelut di gawang tadi, pas si Yogi nangkap bola didorong. Begitu kejadiannya. Wasit tidak memberikan free kick, pemain kita mengharapkan free kick. Yang namanya kiper ditabrak pemain kan otomatis pelanggaran. Itu yang menjadi masalah, anak-anak sudah protes tapi wasit tidak mengindahkan,” ucapnya.

Kendati demikian, Wiganda menegaskan jika Persita masih optimistis untuk menjalani sisa kompetisi yang akan berlangsung dengan meraih prestasi. “Laga selanjutnya mudah-mudahan tidak seperti ini. Kalau secara teknik kita siap. Intinya, pada laga ini kita merasa sangat dirugikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Persita Tangerang mematok target poin penuh saat menghadapi Aceh United, Jumat (14/9) sore. Selain untuk menjauhkan diri dari ketatnya persaingan di klasemen sementara, kemenangan diburu skuat Pendekar Cisadane untuk bisa naik peringkat ke posisi kedua klasemen sementara menggeser Persis Solo. (rbs/ibm/ira)