Persita Melorot ke Posisi Empat

ACEH – Posisi Persita Tangerang melorot dari puncak menjadi peringkat keempat klasemen sementara Wilayah Barat Liga 2 musim 2019. Klub berjuluk Pendekar Cisadane Ini dipaksa turun usai takluk oleh Persiraja, Jumat (19/7) lalu.

Kekalahan tipis Persita atas Persiraja dengan skor 1-0 itu berlangsung di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. Gol semata wayang Persiraja didapat dari hasil tendangan penalti di menit ke-57 yang dieksekusi oleh Defri Rijal.

Kini, memasuki pekan keenam klasemen sementara wilayah Barat Liga 2 2019, posisi Persita digantikan Persiraja. Diikuti PSMS Medan yang beranjak dari posisi keenam menjadi peringkat kedua. Setelah PSMS Medan mengalahkan Blitar United di kandangnya.

Kemudian, Sriwijaya FC juga naik di papan klasemen. Dari urutan kelima kini Sriwijaya bertengger di urutan ketiga. Hasil positif itu setelah Sriwijaya menaklukkan Persibat Batang dengan skor 0-1.

“Sepak bola itu bisa memenangkan dan bisa dikalahkan. Bukan berarti kami berada di papan atas terus. Siapa pun yang memenangkan pertandingan (antara Persiraja dan Persita-red), itu yang berhak berada di situ (puncak klasemen pekan keenam-red),” kata Pelatih Persita, Widodo Cahyono Putro.

Namun, menyoroti kemenangan Persiraja, Widodo mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit selama pertandingan berjalan. Tendangan 12 pas yang dihadiahi wasit kepada Persiraja dianggap Widodo kontroversial dan membuat kerugian untuk Persita. Wasit mengeluarkan keputusan itu karena Asep Budi dianggap menjatuhkan Fery Komul di dalam kotak penalti. “Penalti apa, orang dia jatuh sendiri. Saya sudah lama di sepak bola Indonesia. Pun di internasional. Menurut saya pertandingan ini tidak menarik. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran buat wasit, buat asisten wasit 1, dan asisten wasit 2, untuk membangun sepak bola ke depan lebih baik,” ungkap Widodo.

Dari pertandingan menghadapi Persiraja, Widodo mengatakan anak asuhnya tidak perlu ada evaluasi. Strategi yang dipersiapkan Widodo kepada anak asuhnya tidak berjalan dengan baik karena kondisi lapangan yang diguyur hujan deras. Bukan karena kesalahan pemain.

“Dengan kondisi seperti ini, tentu saya tidak bisa memberi evaluasi. Karena saya menganut sepak bola modern. Permainan dari kaki ke kaki. Kalau begini saya enggak bisa evaluasi,” jelas Widodo.

Kapten Persita, Egi Melgiansyah, mengucapkan selamat atas kemenangan Persiraja. Egi mengaku telah berupaya maksimal untuk mempersembahkan hasil terbaik. Namun, kekecewaan datang dari perangkat pertandingan. “Sekali lagi selamat buat Persiraja. Untuk malam hari ini dia memenangkan pertandingan. Tapi dari kita pemain yang jelas sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Berapa kali dia (wasit) bikin keputusan yang tidak bagus buat kita,” kata pemain bernomor punggung 8 ini. (Riko B/RBG)