Tim verifikasi PT. Liga Indonesia Baru sedang mengukur lebar tiang gawang Stadion Utama Sport Center Dasana Indah, Kelapa Dua didampingi manajemen klub Persita.

TANGERANG – Suporter Persita Tangerang nampaknya tidak butuh waktu lama lagi untuk bisa menyaksikan pertandingan tim idolanya kembali berlaga di Tangerang. Ini seiring kedatangan tim verifikasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) ke Stadion Utama Sport Center Dasana Indah (SCDI) Kelapa Dua, Kamis (16/8) sore untuk melakukan penilaian kelayakan stadion berkapasitas 20 ribu penonton tersebut.

Dari verifikasi PT LIB yang dipimpin Barry Timothy Staf Bidang Kompetisi PT LIB muncul sinyal kuat Persita bisa menggunakan stadion di kawasan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua ini untuk berlaga di Liga 2. Karena dari aspek lapangan, lampu, dan tribun, stadion baru memenuhi standar yang ditetapkan PT LIB.

“Khusus lampu stadion dari pengukuran yang dilakukan malah jauh melebihi standar yang ditetapkan oleh PT.LIB untuk stadion Liga 1 sebesar 800 lux. Standar lampu di stadion baru bahkan melebihi standar lampu yang ditetapkan AFC yakni 1.200 lux, kekuatan lampu di stadion baru menurut hasil verifikator itu 1.700 lux,” beber Ari Wibawa Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Klub Persita yang mendampingi tim verifikasi PT LIB.

Demikian juga soal lapangan, drainase dan tribun penonton dinilai sudah memenuhi standar yang ada. Walau untuk jumlah pasti kapasitas stadion masih dilakukan perhitungan, karena standar perhitungan menggunakan single seat (tempat duduk tunggal). Sementara di stadion utama SCDI hanya tribun VIP dan VVIP yang menggunakan bangku tunggal.

Meski demikian lanjut Ari, dari beberapa aspek penilaian yang dilakukan oleh verifikator, pihak Persita masih harus memenuhi beberapa standar verifikasi yang belum ada saat verifikasi. Khususnya syarat administrasi, kelengkapan fasilitas dalam ruangan dan signage (sinyal atau rambu) alur stadion.

“Kita harus melengkapi surat izin peminjaman dari Pemkab Tangerang, sertifikat lampu stadion dan memenuhi kebutuhan bench (bangku pemain cadangan), sound system, fasilitas bangku ruang ganti pemain dan signage ruangan,” terang Ari.

Oleh karena itu dipastikan Ari, verifikasi ulang secepatnya akan dilakukan oleh PT LIB saat Persita telah memenuhi standar-standar yang ditetapkan untuk dapat rekomendasi penggunaan stadion dari PT LIB.

Ditambahkan oleh I Nyoman Suryanthara Manajer Persita pihak manajemen klub saat ini sedang berusaha agar mendapat rekomendasi penggunaan stadion baru secepatnya dengan memenuhi ketentuan yang masih belum dimiliki. Hal tersebut dilakukan karena manajemen ingin Persita bisa kembali berlaga di Tangerang, khususnya di stadion utama SCDI pada September ini.

“Kami akan berupaya untuk kembali main di Tangerang, kami usahakan Persita bisa bertanding pada September ini paling cepat di laga menghadapi Semen Padang, 5 September nanti. Makanya kami berupaya keras untuk memenuhi standar yang masih belum ada secepatnya agar kami dapat verifikasi dari PT LIB,” ucap Nyoman.

Upaya yang dilakukan manajemen ini, lantaran manajemen ingin memaksimalkan dukungan buat Persita untuk bisa memenuhi target lolos ke Liga 1. Apalagi tren skuat asuhan Wiganda Saputra kali ini sedang positif, selain menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup Barat, tim Ungu juga mencatat lima laga tak terkalahkan di Liga 2.

Sementara itu Barry Timothy Staf Bidang Kompetisi PT LIB menyatakan sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan Persita mendapatkan rekomendasi penggunaan stadion utama SCDI sebagai home base. Karena pihaknya masih menemukan beberapa kekurangan yang harus dipenuhi Persita agar bisa mendapatkan rekomendasi.

“Kalau tiga aspek utama penilaian sih sudah terpenuhi, seperti lapangan, lampu dan tribun penonton. Tapi fasilitas penunjang masih banyak yang harus dipenuhi, diantaranya bench, signage ruangan, fasilitas ruang ganti pemain, jalur evakuasi stadion dan tiket box serta syarat administrasi yakni kelengkapan surat-surat,” beber Barry. “Itu semua terkait dan tidak bisa lepas sebagai bagian penilaian,” imbuhnya.

Verifikasi ini sangat penting dilakukan buat Persita agar mendapat salah satu unsur lisensi klub profesional Indonesia yakni kelayakan stadion. Sehingga saat Persita mentas di Liga 1, stadion yang ada sudah mendapat status kelayakan menggelar pertandingan.

“Salah satu syarat tampil di Liga 1 adalah infrastruktur yang memenuhi standar AFC, klub yang promosi bisa tidak boleh tampil kalau tidak memiliki stadion yang memenuhi standar AFC,” jelas Barry.

Namun Barry mengisyaratkan kelayakan stadion utama SCDI bisa digunakan Persita sebagai home base kompetisi Liga 2 jika memenuhi syarat-syarat yang belum ada. “Kami tinggal menunggu penjadwalan ulang untuk melakukan verifikasi dari Persita saat syarat-syarat telah dipenuhi,” tutup Barry. (apw/ibm/ags)