Pertanyakan Suap Bank Banten, Massa Datangi Ketua DPRD Banten

DPRD Banten
Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah.

SERANG – Sejumlah massa yang tergabung dalam Banten Menggugat, harus rela pergi meninggalkan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, tanpa hasil. Pasalnya, massa yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai kalangan tersebut ingin mendapatkan pernyataan Ketua DPRD Banten tentang siapa yang berada di balik suap Bank Banten.

Usep Sarfuddin, salah seorang anggota dari Banten Menggugat mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Asep terkesan menutup-nutupi dan mencari aman. Itu terlihat dari jawaban setiap pertanyaan yang disampaikan.

“Kami tidak begitu puas dengan hasil pertemuan. Asep selalu mengatakan menyerahkan pada proses hukum. Tapi memang tadi, dia sampaikan kronologi pembentukan Bank Banten,” papar Usep saat ditemui usai dialog, Senin (25/1/2016).

Dalam dialog tersebut, mahasiswa mendesak Asep untuk bisa bersikap tegas terhadap anggota dewan yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurut massa, apabila Asep tidak berani bersikap tegas, lebih baik mundur dari jabatannya sebagai ketua dewan.

Masih menurut Usep, rencananya setelah pertemuan itu, Banten Menggugat akan bertemu dengan Gubernur Banten, Rano Karno. Banten Menggugat akan segera menyurati Rano Karno untuk mengatur jadwal pertemuan tersebut. 

“Gak bisa sebelah pihak. Ke depan agendanya bertemu dengan gubernur. Setelah itu, dua-duanya (Asep dan Rano) akan dipertemukan dalam satu forum,” ujar Usep.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah mengaku hanya menjelaskan proses pembentukan Bank Banten, selebihnya dirinya serahkan pada proses hukum. “Kalau saya ngomong nanti disebut melangkahi penyidik lagi,” ujarnya. (Bayu)