Pertarungan Pilkada Kota Serang 2018 Diprediksi Sengit

0
3.127 views
KPU
Ilustrasi/Inet

SERANG – Setahun jelang Pilkada Kota Serang 2018, wajah-wajah tokoh mulai bermunculan. Kemunculan mereka diprediksi akan dapat memberikan pertarungan menjadi sengit.

Direktur Suwaib Amiruddin Foundation Agus Aan mengatakan, Pilkada Kota Serang akan menjadi perhatian khusus partai politik. Selain sebagai ibukota Provinsi, Walikota Serang yang kini menjabat dipastikan tidak akan mengikuti kembali. “Tidak adanya incumbent membuat pertarungan lebih cair,” katanya, kemarin.

Namun, kehadiran Vera Nurlela Jaman yang merupakan istri dari Walikota Serang Tb Haerul Jaman, dipandang mewakili kubu petahana. Relasi jaringan dari suaminya bukan mustahil akan bekerja maksimal. “Ini juga jadi catatan menarik. Tapi, semua tetap berpeluang. Apalagi banyak tokoh baru yang mungkin punya tawaran beda. Ini yang membuat persaingan menjadi menarik dan sengit,” ujarnya.

Posisi Kota Serang sebagai Ibukota Banten juga menjadi faktor tersendiri. Partai tentu akan mencoba merebutnya karena dapat memberikan prestise tersendiri. “Kota Serang hanya memiliki enam kecamatan, pemilihnya paling sedikit dibanding lainnya. Justru sempitnya wilayah yang membuat tarikannya akan semakin kuat antarkubu,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Agus, tidak menutup kemungkinan wajah-wajah baru akan memberikan efek kejutan. Namun, mereka harus lebih ekstra bekerja untuk meyakinkan para pemilih. “Semua tentu tergantung kerja jaringan dan mobilitas tim di lapangan,” katanya.

Sebelumnya, pengamat politik Banten Agus Sjafari berpandangan bahwa kualitas pilkada di Kota Serang tergantung dari partai politik. Sebab, partai menjadi penentu bakal calon yang muncul dapat mengikuti kontestasi atau tidak. “Karenanya, kita berharap partai dapat memiliki figur yang visioner,” katanya.

Meski secara aturan pencalonan dapat dilakukan dengan jalur perorangan, para tokoh yang akan maju belum ada yang memastikan menempuh jalur ini. “Karenanya partai masih menjadi penentu kualitas figur yang akan maju,” kata Dekan Fisip Untirta itu.

Ia berharap, Pilkada Serang 2018 dapat menjadi ajang pertarungan program antarkandidat. Sebab, wajah Provinsi Banten sangat dilihat dari kemajuan Ibukotanya. “Ini yang harus jadi catatan tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten optimistis pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Banten berjalan damai. Hal tersebut mengacu pada hasil pelaksanaan Pilkada Serentak 2017.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten Rusdjiman Soemaatmadja mengatakan, berdasarkan evaluasi pilkada di Banten diberikan nilai oleh Bawaslu Pusat dalam Pilkada Banten, Banten termasuk daerah rawan ketiga setelah Aceh dan Papua. Tapi nyatanya, pilkada berjalan tidak apa-apa. “Optimistis kondusif, karena memang dari pemilu sebelumnya tidak terjadi, seperti halnya di pilkada gubernur dan wakil gubernur, ada beberapa lokasi yang melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) tapi tidak terjadi gejolak,” ujar Rusdjiman, Kamis (29/6).

Ia mengatakan, jika dari dulu memang Banten digembar-gemborkan dalam pilkada tidak aman, tapi pada praktiknya sampai dengan pelaksanaan pilkada kemarin berjalan aman. “Masyarakat Banten alhamdulillah pendidikan politiknya baik,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang pernah lama di Biro Pemerintahan itu mengatakan, partisipasi masyarakat penyelenggaraan mengalami peningkatakan walaupun memang tidak signifikan. Tapi memang pada pelaksanaan pilkada serentak sebelumnya seperti halnya di Kabupaten Serang mengalami penurunan, bahkan hanya mencapai 50 persen. “Dengan kejadian itu, dalam menghadapi Pilkada 2018, Kesbangpol terus berupaya melaksanakan sosialisasi agar pelaksanaan pilkada berjalan kondusif dan partisipasi masyarakat meningkat,” katanya.

Rusdjiman menjelaskan, keempat kabupaten kota tersebut, yaitu Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak. Untuk itu, kata dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi di wilayah Kabupaten Lebak dengan berbagai elemen, bagaimana menciptakan kondisi yang kondusif. “Salah satunya ASN (aparatur sipil negara-red) harus bersifat netral,karena ASN pelaksana kebijakan pemerintah, ASN sebagai publik servis, dan ASN perekat NKRI,” katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang Heri Wahidin mengatakan, dalam pelaksanaan Pilkada Kota Serang 2018 saat ini sedang mempersiapkan semua tahapan yang berkaitan dengan pelaksanaan pilkada. “Tahapan penyelenggaraan akan dilaksanakan pada Oktober dimulai dengan perekrutan ad hoc, yaitu PPK dan PPS,” ujar Heri.

Ia optimistis pelaksanaan Pilkada 2018 khususnya di Kota Serang dapat berjalan damai dan lancar. Selain secara geografis hanya memiliki enam kecamatan, karakteristik masyarakat di Kota Serang lebih saling menghargai perbedaan. “Kalau melihat perjalanan pilkada di Kota Serang alhamdulillah berjalan lancar dan kondusif,” katanya.

Disinggung mengenai target partisipasi, pihaknya menargetkan lebih tinggi dibandingkan dengan pelaksanaan Pilkada 2013 yang mencapai 68 persen. Sedangkan pada pelaksanaan Pilkada 2017 tingkat partisipasi mencapai 64 persen. “Kalau dibandingkan dengan kabupaten kota yang lain, hanya Kota Serang yang tidak memiliki calon incumbent. Jadi, tentu akan memiliki kesempatan yang sama dalam meraih simpati masyarakat,” tandasnya. (Supriyono-Fauzan D/RBG)