Pertina Banten Cari Delapan Petinju Terbaik

Ketua Umum (Ketum) Pertina Banten Verry Yugangga (tengah) memimpin rapat kerja (raker) Pertina Banten jelang menghadapi Pra PON 2019, Sabtu (18/5).

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Banten mencari delapan atlet terbaik untuk mewakili Banten menghadapi Pra PON 2019. Delapan atlet itu bakal dipilih melalui ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Banten.

Namun, pelaksanaan Kejurda Banten masih belum ditentukan.

Sabtu (18/5), rapat kerja (raker) Pertina Banten hanya memberi isyarat Kejurda Banten diselenggarakan secepatnya.

“Pertina Banten dalam waktu dekat akan menyelenggarakan kejurda sebagai tahap seleksi kedua. Tahap pertama itu melalui Porprov. Dari kejurda tersebut, juaranya akan mewakil Pertina Banten di Pra PON,” kata Ketua Umum Pengprov Pertina Banten Verry Yugangga, Sabtu (18/5).

Kejurda itu diharapkan dapat melahirkan petinju Banten berprestasi dengan meraih peringkat tiga besar Pra PON 2019. Babak kualifikasi PON 2020 cabor tinju akan berlangsung Oktober di Ternate dan Desember di Jawa Barat.

“Kejurda ini untuk mencari delapan atlet di delapan nomor pertandingan, sesuai kuota yang diberikan KONI Banten. Dari kejurda tersebut atlet yang terpilih akan memasuki pelatda selama tiga bulan dan satu bulan sentralisasi,” jelas Verry.

Nantinya, kejurda tersebut diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari delapan pengurus cabang (pengcab) Pertina di Banten. “Sudah ada tiga atlet pelapis yang dipersiapkan di berbagai kelas yang akan dipertandingkan. Dari mulai kelas 52 kilogram, 64 kilogram, 69 kilogram, 75 kilogram, 81 kilogram, 91 kilogram, baik di kelas putra ataupun kelas putrinya,” tutur Verry.

Sekretaris Umum (Sekum) Pertina Banten Warta Ginting mengungkapkan, selain membahas persiapan Pra PON, raker tersebut juga membahas sejumlah kejuaraan bergengsi lain yang dihadapi petinju Banten.

“Tahun ini selain persiapan Pra PON, juga atlet akan bersiap di Kejurnas Junior, Kejurnas Antar PPLP, dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas-red). Ini penting untuk dibahas agar Pertina Banten tidak salah pilih merekomendasikan atlet,” kata Warta. (rbs/nda/ira)