Pertumbuhan Ekonomi Banten Melambat

0
635 views

SERANG – Pada 2019 pertumbuhan ekonomi Banten melambat dibandingkan 2018. Diprediksi hingga akhir tahun ekonomi akan tumbuh pada kisaran 5,3 – 5,7 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Banten pada 2018 mencapai 5,81 persen dan 2017 mencapai 5,73 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi disebabkan seluruh komponen produk domestik regional bruto (PDRB) yakni konsumsi rumah tangga, investasi, kinerja ekspor dan impor melambat.

“Ini juga sejalan dengan lesunya ekonomi dunia dan domestik,” katanya saat Konferensi Pers Laporan Perekonomian Provinsi Banten November 2019 dan Kampanye Belanja Bijak, Penggunaan Uang Elektronik, serta Pelayanan Penukaran Uang menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 di Ruang Rekreasi Lantai IV BI Banten, Selasa (10/12).

Menurutnya, kondisi perekonomian Provinsi Banten pada 2019 ini lebih berat dibandingkan 2018. Namun masyarakat harus berbangga dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang masih di atas 5 persen karena beberapa negara merevisi pertumbuhan ekonomi, seperti Amerika Serikat dan China dibawah 3 persen. “Indonesia masih cukup baik pertumbuhannya dibandingkan negara lain,” katanya.

Menurutnya, perlambatan ini terjadi pada kompenen konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, investasi tumbuh baik tapi memang tidak besar. Pemerintah akan menyerdehanakan regulasi perizinan untuk mendorong investasi karena minat penanaman modal asing (PMA) di Banten cukup besar sekaligus motor penggerak perekonomian.  “Kinerja ekspor juga mengalami tekanan dan ini juga berdampak berimbas impor,” katanya.

Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Purwanto mengatakan, musibah tsunami yang terjadi pada Desember 2019 tidak memberikan pengaruh langsung terhadap perlambatan ekonomi di Banten. “Bencana tersebut lebih berimbas para sektor akomodasi perhotelan yang ada di sekitar wisata,” katanya.

Sementara inflasi provinsi Banten pada tahun 2019 diproyeksikan di kisaran 3,4 persen – 3,8 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dari tahun 2018, tetapi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen ± 1 persen. Berdasarkan kelompok komoditas, inflasi Provinsi Banten pada tahun 2019 didorong oleh kelompok bahan makanan dan kelompok sandang. Sementara kelompok lainnya diperkirakan relatif stabil dibandingkan dengan capaian tahun 2018.

Kegiatan Pengendalian Inflasi Daerah di Provinsi Banten antara lain Pemutahiran Data Surplus, Defisit Neraca Pangan Strategis Provinsi Banten, optimalisasi kerja sama intra daerah dalam pemenuhan stok di Provinsi Banten, Kerja sama antar daerah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Selain itu, pembuatan BUMD Pangan sebagai otoritas pengatur suplai dan stok pangan strategis di wilayah Banten. Selain itu, masyarakat diimbau untuk belanja bijak. (skn/aas/ags)