Gubernur Banten Rano Karno
Gubernur Banten Rano Karno.

SERANG – Gubernur Banten Rano Karno meminta kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Provinsi Banten untuk memaksimalkan perubahan status Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dari Jakarta menjadi Banten. Hal tersebut diungkapkan Rano Karno saat membuka Forum Konsultasi Publik dalam Rancangan Awal RKPD Provinsi Banten di Hotel Le Dian, Kota Serang, Rabu (10/2/2016).

Menurut Rano, perubahan status tidak akan berarti apabila tidak bisa menguntungkan pemerintah daerah. “Sekarang Bandara Soekarno-Hatta sudah menjadi Banten, bukan lagi Jakarta, jika tidak menguntungkan untuk apa?” kata Rano di depan puluhan kepala SKPD.

Perubahan status tersebut, lanjut Rano, bisa memberikan keuntungan besar bagi Pemprov. Rano mencontohkan, apabila dari satu kunjungan memberikan pemasukan untuk Pemprov sebesar Rp 5000, dalam satu tahun akan memberikan keuntungan besar bagi Pemprov.

“Satu tahun ada 62 juta orang, bayangkan jika dikali Rp 5000 perorangnya, berapa coba? Sekitar Rp 3,2 triliun dari AP II (Angkasa Pura II) untuk Pemprov Banten, pikirkan itu, gunakan pemikiran matematis anda,” ujarnya.

Untuk diketahui, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi telah mengeluarkan surat edaran ke semua maskapai penerbangan pada Desember tahun lalu. Dalam surat tersebut, semua maskapai yang akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta harus mengubah kalimat pengumuman dari “Selamat Datang di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Jakarta” menjadi “Selamat Datang di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten”. (Bayu)