Perusahaan Korea Bakal Tangani Proyek PLTU Jawa 9-10

Ilustrasi
Ilustrasi

CILEGON – Doosan Heavy Industries and Construction asal Korea Selatan (Korsel) bersama Indo Raya Tenaga (IRT) dipastikan menjadi pihak yang akan menangani pembangunan PLTU Jawa 9-10, di Suralaya, Kecamatan Pulomerak. Proyek ini mulai digarap pada awal 2019.

Bahkan, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korsel telah melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) terkait kerja sama ini. MoU ini dilakukan dalam Forum Kerja Sama Industri Korea-Indonesia di Lotte Hotel di Jung-gu, Seoul, Korea Selatan, Senin (10/9) lalu.

Kepala Proyek Unit 9 dan 10 PLTU Suralaya Kardi Bin Kasiran mengatakan, Doosan terpilih sebagai preferred bidder dalam pengadaan engineering procurement construction untuk proyek PLTU Jawa 9-10. Doosan dalam proposal tendernya menyertakan opsi dukungan oleh K-exim dan K-Sure yang adalah export credit agency dari Korsel. “Total biayanya USD3.000 juta atau sekitar Rp40 triliun. Insya Allah, akan dimulai awal tahun depan,” kata Kardi saat ditemui di kantor proyek PLTU Jawa 9-10, Pulomerak, Kamis (13/9) sore.

Kardi menambahkan, dua pembangkit ini akan mengurangi kekurangan daya listrik di Indonesia khususnya Jawa dan Bali. Satu pembangkit tenaga listrik akan memproduksi 1.000 megawatt. “Kami akan memulai pembangunan pada kuartal pertama tahun depan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pembangkit listrik yang menjadikan batu bara sebagai bahan bakar utamanya ini dijadwalkan akan dibangun dengan skala dua kelas. Teknologi Korsel dianggap lebih mumpuni dan efisien. “Tekanan uap yang memasuki turbin di pembangkit ini lebih dari 246 kilogram per sentimeter persegi dan suhu uap lebih dari 600 derajat. Semakin tinggi tekanan dan suhu uap, semakin tinggi efisiensi pembangkitan listrik. Ini adalah teknologi pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan sangat efisien, juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Perizinan dan Pengembangan PLTU Suralaya Unit 9 dan 10 Hamim mengatakan, pembangunan tahap pertama PLTU Jawa 9-10 tinggal tahap penyempurnaan. Bahkan, Jalan Raya Merak-Suralaya sepanjang 1,2 kilometer dalam waktu dekat akan diserahkan ke Kementerian PUPR. “Persiapan menuju pembangunan infrastruktur pada dasarnya telah selesai, sekarang tinggal tahap penyempurnaan. Jalan Raya Merak-Suralaya sudah bisa dinikmati. Tinggal serah terimanya nanti kepada Kementerian PUPR, sekarang sedang proses administrasi,” ucapnya. (Andre AP/RBG)