Pesepeda Banten Digembleng di Sukabumi

Atlet sepeda Banten nomor MTB saat jeda berlatih di kawasan penggunungan di daerah Sukabumi, Jawa Barat, Senin (10/6).

SERANG- Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Banten mengirim dua atletnya ke Sukabumi, Jawa Barat. Dua pesepeda andalan Banten menjalani pemusatan latihan (training center) sebulan.

Dua atlet itu yakni Faisal dan Angga bakal digembleng langsung oleh Ferry Sonic Tan. Kemampuan Ferry tak diragukan. Ferry memiliki jam terbang tinggi melatih atlet cabang olahraga balap sepeda nomor MTB (mountain bike). Bahkan, kemampuan Ferry telah diakui oleh negara tetangga.

Ferry pada 2015-2016 dipercaya sebagai Coaching for Cyclomotion Club Malaysia, National team coach of Indonesia for Asian MTB Championship at Chawat Thailand. Lalu, pada 2018 sebagai coach assistan team Forca Amskin Malaysia, dan Short Coach for thankking87 HSU Cycling team Indonesia.

Ferry juga ini memiliki pengalaman gemilang selama membela timnas Indonesia saat sebagai atlet. Sederet prestasi pernah ditorehkannya. Diantaranya, medali emas Sea Games 1997, medali emas Sea Games 1999 Brunei Darusalam, dan medali emas PON Jawa Timur 2000.

Ketua Pengprov ISSI Banten Agus Prasetyo mengatakan, kedua atlet Banten tersebut bakal turun di nomor MTB pada Pra PON 2019 mendatang. Lantaran Pra PON kian mendesak, kedua atlet itu berlatih sebulan.

“Dari tanggal 8 Juni kemarin mereka sudah berada di Sukabumi untuk TC ditangan pelatih Ferry. Ini untuk persiapan atlet Banten menghadapi Pra PON pada bulan Juli 2019 di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan,” kata Agus, atau yang akrab disapa Yoyo ini, Senin (10/6).

Faisal adalah salah satu atlet Pelatda Jangka Panjang (PJP), sedangkan Angga atlet non PJP. Namun, Yoyo optimistis di bawah asuhan Ferry, kedua atlet tersebut bakal memberikan hasil yang terbaik untuk Banten. Khususnya untuk merebut tiket PON Papua 2020.

“Kami bersyukur pak Ferry siap membantu atlet kita untuk meloloskan atlet-atlet MTB Pra PON Banten ke peringkat tiga besar. Semoga perjuangan atlet bersama pengurus membuahkan hasil yang maksimal,” harap Yoyo.

Selain pengurus, atlet, dan KONI Banten, Yoyo mengapresiasi dorongan pihak keluarga atlet yang telah memberikan kepercayaan dan membangkitkan semangat atlet selama menjalani pemusatan latihan. “Alhamdulillah dukungan dari orang tua atlet sangat berharga buat kami. Karena dengan keterbukaan dan komunikasi yang baik ini, perlu kita jaga untuk membawa nama Provinsi Banten gemilang,” ungkap Yoyo. (rbs/nda/ags)