Peserta Beradu Kehebatan di Lomba LKS SMK Tingkat Provinsi 2017

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten

Siswa SMK N I Kota Cilegon menunjukan cara kerja mesin penyedia makanan dan minuman di LKS tingkat Provinsi Banten.

HARI kedua lomba kompetensi siswa (LKS) tingkat Provinsi Banten yang digelar di Alun-alun Berkah Pandeglang, Selasa (18/4), para peserta beradu kehebatan mulai dari ilmu teknologi sampai pembuatan makanan dari bahan sederhana seperti kulit pisang.

Pembuatan makanan dengan menggunakan bahan kulit pisang itu dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sekolah kejuruan favorit di Rangkasbitung itu menampilkan kemampuan membuat kue bolu dari bahan kulit pisang dan nugget dari ampas tahu. Cara untuk membuat bolu dari daun pisang itu terbilang sangat mudah, cukup menjemur daun pisang yang akan dijadikan bahan kue sampai kering, kemudian diblender sampai halus. Kue yang dihasilkan dari bahan itu juga sangat bagus, dan lembut, serta rasanya cukup menggugah selera.

Kemudian, peserta lomba yang menampilkan kreativitas di bidang teknologi dilakukan oleh SMKN I Kota Cilegon. Sekolah dari Kota Baja itu menampilkan kotak penyedia makanan ringan dan minuman dari bahan bekas seperti CD room bekas sebagai pendorong makanan dan minuman, botol bekas untuk menampung uang. Sekolah ini memakai program smart relay agar mesin yang mereka buat bisa bekerja dengan baik. Sedangkan untuk biaya yang dikeluarkan untuk membuat mesin ini terbilang murah, yaitu hanya sebesar Rp1,3 juta.

Selain itu, ada juga SMK I Tunjungteja, Kabupaten Serang yang menampilkan kerajinan pembuatan batik Banten. Sekolah yang ada ujung selatan Kabupaten Serang ini mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional di bidang kesenian.

Lain lagi dengan SMK 1 Kota Serang yang menampilkan kreativitas minuman segar dari bahan yang cukup unik, yakni biji buah durian. Mereka mengombinasikan biji durian yang diblender itu dengan susu dan air gula, rasanya yang segar cukup menarik perhatian dari pengunjung yang mendatangi stan perlombaan. “Namanya ini susu biji durian (Sujidur), rasanya enak dan segar. Enggak sampai satu hari juga sudah habis, ini juga sudah kosong, banyak yang mau,” kata Juartini, guru pembimbing karya ilmiah SMK I Kota Serang.

Sementara itu, SMK Kesehatan Banten menunjukan pembuatan media gel dan alkohol. Aprilliani Erfan pembimbing SMK Kesehatan Banten menceritakan, untuk pembuatan alkohol, timnya menurunkan kadar alkohol dari 96 persen ke 70 persen sebagai media pertumbuhan bakteri. “Ini untuk mengetahui bakteri apa saja yang ada di tubuh kita, bakteri ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit apa saja yang kita derita. Jadi intinya, untuk memeriksa kesehatan kita. SMK Kesehatan Banten juga membuat bedak dan salep gatal,” katanya. (ADVERTORIAL/DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI BANTEN)