Peserta CASN Bisa Menyanggah, Bila Dinyatakan Tidak Lolos

CILEGON – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon saat ini sedang melakukan tahap verifikasi syarat administrasi calon aparatur sipil negara (CASN). Tahapan itu untuk menyaring 4.824 orang yang telah mengunggah berkas persyaratan.

Kepala BKPP Kota Cilegon Mahmudin menjelaskan, penerimaan CASN tahun ini mendapatkan respons sangat baik dari masyarakat. Menurutnya, berdasarkan data BKPP ada 5.134 orang yang mendaftar sebagai peserta CASN. Namun, hanya 4.824 orang yang dinyatakan lolos setelah mengunggah syarat administrasi.

Guna menyeleksi peserta, BKPP hingga 15 Desember mendatang memverifikasi berkas. Jika ditemukan ada persyaratan yang tidak sesuai, maka BKPP akan menyatakan peserta tersebut tidak lolos untuk lanjut ke tahap selanjutnya.

“Kita cek sesuai enggak syarat-syaratnya, ya kalau tidak sesuai kita nyatakan gagal,” ujar Mahmudin, Jumat (6/12).

Pada 16 Desember mendatang pihaknya akan mengumumkan peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Jika ada peserta yang merasa keberatan dengan keputusan BKPP, bisa menyanggahnya. Menurut Mahmudin, BKPP Kota Cilegon memberikan waktu selama tiga hari, sejak tanggal 16 hingga tanggal 19 Desember.

Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pemberhentian Pembinaan Kesejahteraan dan Administrasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Budhi Mustika menambahkan, proses verifikasi administrasi akan dilakukan menggunakan sistem komputer. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi potensi human error dalam proses verifikasi dokumen ribuan peserta CASN Kota Cilegon.

Kata Budhi, meski telah menggunggah dokumen persyaratan, peserta dimungkinkan gagal karena beberapa hal. Misalnya, nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tidak memenuhi syarat, dokumen yang diunggah berupa salinan bukan yang asli, atau, dokumen belum sepenuhnya terunggah.

Soal masa sanggah selama tiga hari, menurut Budhi, masa itu tidak disiapkan untuk memperbaiki dokumen persyaratan, tapi membuktikan jika peserta tersebut benar-benar tidak memenuhi persyaratan.             “Untuk membuktikan, apakah dari kesalahan mereka (peserta) atau dari kesalahan kami, jadi masa sanggah itu untuk membuktikan saja kalau tidak terima setelah ditetapkan tidak lolos,” tutur Budhi. (bam/ibm/ira)