Peserta Kang-Nong Banten Kunjungi Radar Banten: Sinergikan Promosi Wisata Banten

Kang-Nong Banten 2016
Peserta Kang-Nong Banten 2016 bersama Redpel Radar Banten Ahmad Lutfi, GM BarayaTV MW Fauzi, Sekretaris Disbudpar Banten Wadiyo, dan perwakilan Polda Banten usai kunjungan di Graha Pena, Selasa (2/8).

SERANG – Sebanyak 32 peserta Kang-Nong Banten 2016 mengunjungi Graha Pena Radar Banten untuk belajar dunia jurnalistik, Selasa (2/8). Kunjungan tersebut juga dalam rangka menyinergikan anak muda untuk bersama media massa mempromosikan potensi wisata di Banten.

Apalagi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banten menilai potensi pariwisata di Banten luar biasa. Untuk itu, Kang dan Nong harus menjadi duta wisata untuk mempromosikan pariwisata.

Sekretaris Disbudpar Banten, Wadiyo mengatakan, Kang dan Nong tahun ini memang dibangun untuk menjadi duta pariwisata. “Selama ini Kang dan Nong setelah selesai ya begitu saja, tahun ini kami buat berbeda dengan membentuk paguyuban,” ujar Wadiyo di sela-sela kunjungan di Studio BarayaTV, Graha Pena Radar Banten. Kunjungan para peserta Kang dan Nong Banten tahun 2016 itu diterima Redaktur Pelaksana Radar Banten Ahmad Lutfi dan General Manager BarayaTV MW Fauzi.

Kata Wadiyo, paguyuban itu sebagai wadah bagi Kang dan Nong untuk berkreasi guna mempromosikan pariwisata Banten. Dengan potensi pariwisata Banten yang luar biasa bisa menjadi tulang punggung perekonomian. “Kita punya wisata pantai, situs-situs, hingga religi,” terangnya. Oleh karena itu, menjadi tugas bersama bagi seluruh masyarakat, termasuk media massa membangkitkan perekonomian melalui pariwisata.

Selain membangkitkan perekonomian, membangun pariwisata juga menguatkan jati diri masyarakat. Kang dan Nong sebagai generasi muda harus dapat berperan menguatkan identitas Banten untuk sadar akan potensi pariwisata.

Kata dia, pemilihan Kang dan Nong Banten tahun ini diikuti 32 peserta dari masing-masing kabupaten/kota. “Setiap kabupaten/kota mengirimkan dua pasangan,” ungkapnya. Saat ini proses pemilihan masih dalam tahap karantina. Sementara grandfinal akan dilaksanakan 6 Agustus nanti di Kabupaten Lebak.

Dalam karantina yang saat ini sedang berlangsung, para peserta Kang dan Nong diberikan materi untuk membangun kepribadian dan personalnya agar dapat menjadi ikon Banten yang mampu merepresentasikan 12 juta masyarakat Banten. “Bahkan tidak hanya cantik dan tampan, tetapi harus murah senyum,” tutur Wadiyo.

General Manager BarayaTV MW Fauzi mengatakan, para duta pariwisata harus dapat membuat sesuatu guna mempromosikan pariwisata di Banten. Geliat media massa yang saat ini ditunjang teknologi informasi dapat menjadi sarana bagi Kang dan Nong untuk mempromosikan wisata di Banten.

Bahkan, Fauzi menawarkan Kang dan Nong untuk mengisi siaran di BarayaTV dalam rangka mempromosikan pariwisata di Banten. Sinergi Kang dan Nong bersama media massa grup Radar Banten, diharapkan menggairahkan pariwisata dan meningkatkan perekonomian Banten.

Selain itu, Fauzi juga mengatakan, media massa kini menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda untuk bekerja. “Kalau selama ini orang tua lebih memilih anaknya untuk dipekerjakan sebagai PNS, kini media massa bisa menjadi pilihan lain,” tuturnya.

Redaktur Pelaksana Radar Banten Ahmad Lutfi menjelaskan tentang perkembangan Radar Banten yang awalnya punya kantor dengan mengontrak ruko hingga punya gedung sendiri. Ia pun menggambarkan bahwa menjadi wartawan bukan pekerjaan yang mudah lantaran dituntut untuk bekerja 24 jam dan tujuh hari. “Menulis itu membutuhkan keahlian khusus. Kalau ada kejadian lagi kapan pun, maka wartawan harus siap meliput,” ujarnya. (Rostina/Radar Banten)