Peserta MTQ Tingkat Kota Cilegon Berkurang Drastis

0
743 views
Ilustrasi
Ilustrasi

CILEGON – Kebijakan Pemkot yang melarang adanya peserta cabutan dari luar Kota Cilegon pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ternyata berdampak signifikan. Jumlah peserta yang mengikuti MTQ ke-16 tahun ini tidak sebanyak peserta MTQ tahun lalu.

Berdasarkan data Bagian Bimbingan Mental (Bintal) dan Keagamaan Setda Kota Cilegon, jumlah peserta MTQ pada tahun ini sebanyak 287 orang. Sementara, jumlah peserta MTQ pada tahun lalu sebanyak 400 orang.

Kasubag Bina Keagamaan dan Bintal Bagian Bintal dan Keagamaan Setda Kota Cilegon Rahmatullah mengakui, menurunnya jumlah peserta merupakan dampak kebijakan Pemkot yang melarang peserta cabutan. “Kita tegas melarang kafilah menggunakan peserta dari luar Cilegon,” katanya, Selasa (21/2).

Rahmatullah menjelaskan, jumlah peserta MTQ pada tahun ini setiap kecamatan berbeda. Untuk tuan rumah Kecamatan Cilegon, jumlah pesertanya 35 orang, Cibeber 57 orang, Citangkil 30 orang, Ciwandan 42 orang, Pulomerak 33 orang, Grogol 33 orang, Purwakarta 45 orang, serta Jombang yang hanya 12 peserta.

Rahmatullah tidak bisa berbicara banyak mengenai jumlah peserta yang menurun drastis. Untuk cabang-cabang tertentu, kita memang kesulitan dan tidak punya sumber daya manusia (SDM). “Seperti cabang tafsir Alquran, di kita tidak ada,” tegas Rahmatullah.

Meski demikian, kata Rahmatullah, karena ini sudah menjadi komitmen dan kebijakan Pemkot, tetap harus dilaksanakan dengan baik. “Mungkin ini baru langkah awal. Siapa tahu nanti untuk selanjutnya ada bibit-bibit baru pada cabang-cabang tertentu yang kita belum punya, kita siapkan,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Sekretaris Kecamatan Cilegon Faisal mengaku, pihaknya sudah siap menjadi tuan rumah yang baik. Pihaknya juga siap melayani kebutuhan selama perhelatan MTQ. “Tinggal panggung utamanya saja yang belum dipasang. Kalau soal panggung, itu kan Pemkot atau LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) tingkat Kota Cilegon yang ngurus,” terang Faisal.

Faisal mengaku, tidak bisa sesumbar untuk menargetkan bisa merebut juara umum pada gelaran MTQ tahun ini. “Kalau soal itu, nantilah. Kita fokuskan soal bagaimana bisa melayani kebutuhan pelaksanaan MTQ yang digelar di Kecamatan Cilegon. Karena kami tuan rumah maka itu yang kami fokuskan,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, kata Faisal, jika nanti sudah bisa melayani kebutuhan selama MTQ, pihaknya baru berpikir soal target juara umum. “Untuk panggung utama rencananya di halaman Masjid Asyuhada di wilayah Kelurahan Ciwaduk. Di sana nanti akan digelar lima cabang lomba,” kata Faisal.

Sementara, empat cabang lomba lainnya akan digelar di empat kelurahan lain, yaitu di Kelurahan Bendungan, Ketileng, Ciwedus, dan Bagendung. “Ya, supaya kebagian semua, jadi tidak semua cabang dilombakan di Ciwaduk,” imbuhnya. Faisal berharap, pada pelaksanaan MTQ tahun ini bisa berjalan lancar. Bahkan kalau bisa, kafilah Kecamatan Cilegon harus merebut juara umum. (Umam/Radar Banten)