Pesilat Banten Go International

Seusai Juarai Festival Silat

Pesilat dari sembilan provinsi di Indonesia berkumpul di Banten pada Festival Nasional Pencak Silat Seni 2018, akhir pekan lalu. Pada kejuaraan tersebut Banten meraih juara I dan II sehingga berkesempatan melaju ke kejuaraan dunia mewakili Indonesia.

SERANG – Para pesilat Banten yang sukses mempersembahkan gelar juara umum pada Festival Nasional Pencak Silat Seni 2018 di Museum Negeri Banten, Kota Serang, Jumat (15/11), wajib menyiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan tingkat internasionalnya.

Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Banten memastikan akan mengirim pesilatnya dalam Kejuaraan Internasional Pencak Silat Seni. “Kami akan ikuti kejuaraan dunia (pencak silat),” ujar Ketua Pengprov IPSI Banten Ajat Sudrajat, Minggu (18/11).

Ia mengatakan, keikutertaan pesilat Banten dalam event tersebut merupakan prestasi yang membanggakan. Oleh karena itu, pesilat Banten harus terus mengasah kemampuannya.

Berkompetisi di level internasional, rintangan akan kian sulit karena lawan yang dihadapinya merupakan para juara wakil antarnegara. “Pesilat kita jangan sampai lengah karena kami akan mewakili Indonesia ke depannya bukan mewakili Banten lagi,” katanya.

Ia menuturkan, kejuaraan internasional tersebut sebelumnya disampaikan oleh Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) IPSI Pusat Edhi Prabowo saat menghadiri acara Festival Nasional Pencak Silat 2018. Mengenai waktu pelaksanaannya belum diketahui. “Kami masih menunggu informasi lagi dari PB IPSI,” ucapnya.

Kata Ajat, berdasarkan informasi yang diterimanya, sudah ada tiga negara yang siap menyelenggarakan event seni budaya pencak silat 2019. Ketiga negara tersebut, yakni Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Singapura. “Masih menunggu (informasi) apakah di Dubai (Uni Emirat Arab) atau Singapura dan Malaysia. Kami masih menunggu jadwal dari PB IPSI,” ujarnya.

Kendati pesilat Banten meraih juara umum pertama dan kedua, Ajat tidak menampik bahwa seluruh pesilat Banten yang akan mewakili Indonesia di kejuaran tingkat dunia itu. Soalnya, PB IPSI kemungkinan akan mengikutsertakan pesilat lain di luar Banten yang memiliki potensi.

“Mungkin PB IPSI ada kemasan lain (pesilat luar Banten). Kami tidak tahu apakah nanti ada gabungan atau memang murni dari Banten. Kami harap dari Banten karena yang menang di sini (kejuaraan) Banten,” ucapnya.

Ia menuturkan, dalam menumbuhkankembangkan seni budaya pencak silat di Banten, dibutuhkan sinergi Pengprov IPSI Banten dengan berbagai pihak. Soalnya, Pengprov IPSI Banten tidak bisa bekerja sendiri. “Butuh dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah, stakeholders, swasta, dan insan pencinta pencak silat,” katanya.

Sekretaris Bidang Seni dan Budaya PB IPSI Porseda Risman mengaku percaya bahwa pesilat Banten mampu bersaing. Keyakinannya kian menguat setelah Banten merajai Festival Nasional Pencak Silat Seni 2018. “Karena kita tahu dan paham bahwa Banten ini adalah provinsinya silat,” tuturnya. (Riko B/RBG)