Pesilat Banten Raih Medali Emas pada Kejuaraan Internasional di Solo

Pesilat Banten Rio Danang Kresnawa (tengah) meraih medali emas pada event International Championship PSHT 2018 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (31/3).

SERANG-Cabang olahraga pencak silat Banten mulai menapakkan prestasi atletnya di event internasional. Teranyar, pesilat putra Banten yang tergabung dalam program Pelatda Jangka Panjang (PJP) KONI Banten, Rio Danang Kresnawa, yang tampil di kelas D putra (60-65 kilogram) sukses meraih medali emas pada single event International Championship PSHT 2018 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, mulai Minggu-Sabtu (25-31/3).

Menanggapi hasil itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten Ajat Sudrajat mengaku puas. Soalnya, apa yang diraih pesilat Banten di kejuaraan tersebut menunjukkan progres pembinaan yang dilakukan. “Kami melakukan evaluasi besar-besaran pasca PON XIX Jawa Barat 2016. Kami tidak ingin pecak silat hanya menjadi bagian cabang olahraga (cabor) pembinaan saja, tapi cabor prestasi. Hasilnya mulai terlihat ketika Rio mampu bersaing dan meraih medali emas di event ini,” kata Ajat kepada Radar Banten, Minggu (1/4).

Ajat menambahkan, prestasi yang telah dicapai harus mampu dipertahankan dan bahkan ditingkatkan hingga pelaksanaan PON XX Papua 2020 nanti. “Target utama kami adalah medali emas di PON XX papua 2020. Untuk itu, saya meminta atlet untuk tidak jemawa dan berpuas diri dengan hasil saat ini. Terus tingkatkan kualitas demi emas di Bumi Cendrawasih,” imbuhnya.

Kepala Pelatih Pencak Silat Banten Joko Suprihatno menyatakan, bagi tim pelatih, hasil yang diraih pada kejuaraan ini belum bisa menjadi tolok ukur kualitas atlet menghadapi PON XX Papua 2020. Banyak hal yang perlu diperbaiki dan dibenahi mengingat tidak semua pesilat terbaik Indonesia ambil bagian. “Selain pesertanya tidak banyak, kualitas pesilat yang tampil juga belum begitu maksimal. Kami menjadikan ajang ini sebagai evaluasi dalam pembinaan jangka panjang menuju PON XX,” ucapnya.

Dari pengamatannya, masih banyak yang harus diperbaiki dari penampilan Rio. Namun, ia memastikan kekurangan atlet yang perlu dievaluasi tidak terlalu krusial. “Kita akan evaluasi semaksimal mungkin di pelaksanaan training center (TC) PJP. Semua kekurangan wajib dibenahi segera, meski tidak krusial,” katanya.

Dia mengaku, sangat terbantu dengan adanya program PJP KONI Banten sehingga pembinaan atlet potensial tidak terputus. “Selama ini kita kan selalu mempermasalahkan pembinaan pasca PON yang biasanya bubar begitu saja. Tapi sekarang KONI Banten di bawah kepemimpinan Buk Rumiah tidak mengenal istirahat dalam pembinaan. Hal seperti ini yang bisa meningkatkan kualitas serta prestasi atlet,” tandas mantan juara dunia itu. (dre/ibm/ira/RBG)