Pelatih Silat Kota Serang, Joko Suprihatno sedang memberikan nasihat sebagai bekal atlet di Porprov 2018.

SERANG – Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat seluruh Indonesia (IPSI) Kota Serang semakin memantapkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018. Para pesilat yang bakal diturunkan telah menjalani try out dengan uji tanding melawan atlet asal Sukabumi, Jawa Barat.

Pelatih Silat Kota Serang Joko Suprihatno saat ditemui Radar Banten di Sekertariat KONI Kota Serang, Jumat (24/8), mengatakan, pada akhir Agustus ini persiapannya sudah masuk fase pra-kompetisi. “Try out dan try in dimana atlet mengasah uji tandingnya memang perlu di perbanyak,” katanya.
Joko mengungkapkan, pihaknya mempersiapkan sebanyak 14 atlet yang akan berangkat ke Kabupaten Tangerang, November mendatang untuk mengikuti pesta olahraga terbesar di Banten itu. “Ini sudah fiks, sudah masuk dalam kerangka utama tim. Tapi tidah tahu kalau kedepan nanti ada yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Memantau uji tanding dengan pesilat asal Suka Bumi itu, Joko mengakui masih ada beberapa hal yang patut diperbaiki oleh pesilat Kota Serang agar dapat meningkatkan kemampuannya. “Evaluasinya kita hanya bisa bersaing di fisik. Kalau teknik, taktik, dan mental kita belum bisa bermain lepas. Mungkin karena bertemu lawan uji tanding yang jauh lebih tua,” katanya.

Kendati demikian, Joko mengungkapkan belum memberikan kesempatan kepada 14 atlet tersebut menjajal kemampuannya melalui try out melawan atlet asal Suka Bumi. Beberapa waktu lalu baru empat orang.“Kita belum uji tanding secara full tim. Tapi rencananya awal September full tim akan uji tanding, kita harapkan ketua bisa membarangkat kita dengan lawan yang berat dari atlet Pelatda DKI Jakarta,” ucapnya.

Ia optimistis pesilat Kota Serang dapat bersinar di Porprov tahun ini. Meskipun tidak muncul sebagai juara umum, sambung Joko, juara kedua atau ketiga diyakini akan diamankan. Ia menilai peta kekuatan pesilat dari delapan kabupaten dan kota di Banten saat ini terbilang merata.

“Atlet yang usia seniornya sudah tidak ada. Semua banyak dari usia pelajar dan mahasiswa yang baru masuk. Kita akan upayakan semaksimal mungkin, kita latihan sudah sejak februari 2018, sudah pelatkot tahap kedua. Target kita bisa meraih tiga medali emas,” tuturnya. (rbs/ibm/ags)