Pesta Sabu, Dua Pasang Sejoli Ditangkap

0
501 views

SERANG – Dua pasang sejoli diamankan polisi di dua lokasi berbeda, Senin (1/7). Empat muda-mudi itu disergap usai pesta sabu-sabu di sebuah rumah di Kota Serang Baru (KSB) Kompleks Kelapa Gading, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Minggu (30/6).

Dua sepasang kekasih tersebut, yakni Wempi, Hana, Yadi, dan Nova. Sebelumnya, sekira pukul 12.40 WIB, polisi menerima informasi penyalahgunaan narkotika di KSB Kelapa Gading. Polisi kemudian bergerak mendatangi KSB Kompleks Kelapa Gading, Kota Serang. Sekira pukul 13.00 WIB, polisi menuju rumah di Blok AJ nomor 8 yang dicurigai sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.

Saat digerebek, polisi hanya mendapati Wempi dan Hana.

Penggeledahan badan dilakukan terhadap pasangan kekasih itu. Satu paket sabu-sabu ditemukan polisi dari saku celana milik Wempi. Satu alat isap atau bong juga ditemukan dari kamar.

Wempi mengakui narkotika golongan satu itu dibeli dari seorang pengedar berinisial R atas permintaan Yadi.

Berbekal informasi, itu polisi mendatangi kontrakan Yadi di daerah Kaujon, Kota Serang. Saat digerebek, Yadi diamankan bersama rekan perempuannya, Nova. Keempatnya digelandang ke Mapolres Serang Kota.

“Perkara tersebut sudah kami limpahkan ke Polres Serang Kota,” kata Kanitreskrim Polsek Cipocokjaya Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tatang Sutisna dikonfirmasi Selasa (2/7).

Keempatnya mengakui telah mengonsumsi sabu-sabu, Minggu (30/6) malam, di Kompleks Kelapa Gading. Rencananya, keempatnya kembali menggelar pesta sabu-sabu. “Semalam habis pada pakai. Karena dirasa kurang, tersangka YD (Yadi-red) meminta kepada WE (Wempi-red) untuk memesan sabu kembali seharga Rp1 juta,” kata Kasatresnarkoba Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wahyu Diana.

Sesuai permintaan Yadi, Wempi menghubungi pengedar berinisial R. Wempi diminta melakukan pembayaran ke rekening yang ditunjuk R. Wempi dan Hana kemudian mengambil pesanan sabu-sabu itu di suatu tempat di Kota Serang. “Sebelum diserahkan ke YD. Tersangka WE dan HN (Hana-red) lebih dulu menggunakannya di rumah (Kompleks Kelapa Gading-red),” kata Wahyu.

Seusai menjalani pemeriksaan, Nova diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten untuk direhabilitasi. Sementara, Yadi, Wempi, dan Hana ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya dijerat Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“NO (Nova-red) ini enggak ada hubungan dengan barang bukti, tapi dia positif (konsumsi sabu-sabu-red),” kata Wahyu (mg05/nda/ira)