Petaka Truk Rem Blong, Kehilangan Dua Anak di Hari Ultah

Dadan Taufiq Hidayat (baju hitam)

CILEGON – Jenazah korban kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang merupakan warga Kota Cilegon telah dikebumikan, Selasa (11/7). Suasana duka dan tangis terus menyelimuti prosesi pemakaman dua kakak beradik tersebut, Nayla Binar Raisa (10) dan Alika Kinandia (6).

Saat ini, ibu kedua korban Anita Aprilia (34) masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Krakatau Media (RSKM) Kota Cilegon. Sedangkan Dadan Taufiq Hidayat (35) ayah kedua korban, meski belum berangsur pulih telah kembali di rumahnya di Lingkungan Wates Telu, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Meski dalam kondisi lemah, ia juga turut menghantarkan kedua jenazah anaknya itu ke peristirahatan terakhirnya, di TPU Makam Gong.

Ditemui di rumah duka, Dadan Taufiq Hidayat menceritakan asal mula kecelakaan maut itu. Tepat pada saat kejadian nahas itu, merupakan hari ulang tahunnya yang ke-35 tahun. Dadan lahir pada tanggal 10 Juli 1982.

“Saya juga kurang begitu paham apakah mobil itu remnya blong atau seperti apa. Tau-tau dari atas mobil truk pasir itu turun kencang banget. Saya langsung tidak sadar, dan banyak warga yang menolong. Saya sehabis pulang dari Sukabumi menjemput anak istri habis liburan mudik, hari itu tepat saya berulang tahun,” kenangnya.

Ia menjelaskan, saat itu di dalam mobil Honda Jazz yang digunakan ada lima orang. Ia, istrinya, kedua anaknya, dan seorang temannya yakni Pramuditha (30) warga Margatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, yang juga meninggal saat kejadian tersebut. Saat itu posisi Dadan berada di samping Pramuditha yang sedang menyetir mobil.

“Emang yang bawa mobil itu teman saya. Memang dari dulu sudah teman dekat, dan kemana-mana sama dia bareng. Saya tidak punya firasat buruk apa-apa sebelumnya. Tapi ya mungkin sudah takdir,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)