Petani Cabai Binaan BI Banten Panen

0
911 views
Perwakilan BI Banten, BPTP Banten, dan Poktan Setiakawan Desa Baros, Kabupaten Serang, memperlihatkan hasil panen perdana, Kamis (16/4).

SERANG – Kelompok Tani Setiakawan yang menjadi binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten di Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Kamis (16/4), panen perdana.

Klaster binaan yang berdiri sejak 1978 ini memiliki 37 anggota dengan luas lahan garapan 14 hektare. Berlokasi di ketinggian 112 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan didukung sumber air dari Sungai Ciwaka, daerah tersebut tergolong ideal sebagai lokasi budi daya cabai dan hortikultura.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, produksi cabai di Desa Baros sekitar 28,6 ton per tahun. Hasil panen cabai rata-rata 0,7 kilogram (kg) per pohon, atau dengan populasi 12 ribu pohon atau hektare maka hasil produksi cabai dalam satu hektare mencapai 8,4 ton. Sementara pasar lokal Baros yang menyuplai kebutuhan cabai bagi masyarakat Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang membutuhkan pasokan cabai rata-rata 10 ton per bulan atau 120 ton per tahun.

“Melihat data dimaksud, maka peningkatan kapasitas produksi petani dari Desa Baros masih dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal Baros yang saat ini pemenuhan pasokannya masih mendatangkan cabai dari luar daerah,” kata Erwin, Kamis (16/4).

Ia mengungkapkan, sebagai upaya peningkatan kapasitas produksi cabai yang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi daerah. Pada 2019, BI Banten memfasilitasi Poktan Setia Kawan untuk mengikuti studi banding dan kunjungan belajar tentang budi daya cabai ke Puslitbang Hortikultura, Cimanggu Bogor. Selain itu, BI Banten bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten memberikan bantuan teknis berupa pembuatan demplot dan pendampingan yang intensif bagi petani.

Di tengah pandemi Covid-19, petani di Baros tetap bersemangat bercocok tanam dan tidak menyurutkan niat mereka pergi ke ladang. Pemahaman tentang penanganan Covid-19 dari media televisi, membuat petani hidup bersih dan tetap berusaha menjalankan protokol kesehatan.

Ia menjelaskan, usaha ini membuahkan hasil karena di tengah pandemi, petani cabai saat ini memasuki masa panen cabai perdana. Hasil panen cabai yang dihasilkan sebanyak 960 kg per hektare dan dengan rata-rata pemetikan cabai bisa dilakukan sampai dengan 10 kali.

“Artinya petani diperkirakan mampu mencapai 9.6 ton per hektar sampai dengan akhir masa panen, atau meningkat  14 persen dari masa panen sebelumnya,”

Kasi Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Banten Rukmini mengharapkan hasil panen cabai perdana memuaskan dan memacu semangat bertani.  “Terima kasih kepada BI karena kepeduliannya terhadap ketahanan pangan dan petani harus tetap semangat di masa pandemi,” katanya.

Sekretaris Poktan Setiakawan Kohir Agus Zakatra merasa senang karena hasil panen tahun ini lebih baik. Rencananya hasil panen ini akan dipasarkan ke Pasar Baros, Kabupaten Serang dan Pasar Rau Kota Serang. “Terima kasih untuk BI karena telah memfasilitasi budi daya ini dan BPTP Banten yang memberikan edukasi mengenai budi daya cabai,” katanya. (skn/aas)