Petani Cilegon Ogah Pakai Pupuk Organik dan ZA

CILEGON – Asda II Pemkot Cilegon Beatri Noviana menegaskan ketahanan pangan menjadi program prioritas pembangunan nasional. Akan karena itu, kata dia, setiap daerah termasuk Kota Cilegon harus mewujudkan kemandirian pangan dari sektor pertaniannya.

“Cilegon mempunyai nilai dalam standar pelayanan minimum (SPM) di bidang pangan. Kemarin kita menerima surat dari Kementerian Pertanian untuk mengevaluasi tentang pemanfaatan pupuk bersubsidi,” ujar Beatri saat menggelar rapat koordinasi pengawasan pupuk dan pestisida (KP3) yang berlangsung di ruang rapat Walikota Cilegon, Rabu (17/5).

Dijelaskannya, ada lima jenis pupuk yang disubsidi dari pemerintah untuk petani di Cilegon. Diantaranya Urea, ZA, SP36, Organik, dan NPK. Namun dua jenis pupuk diantaranya pemakaiannya masih 0 persen. Atau tidak diminati oleh petani di Cilegon.

“Pupuk Urea kita disubsidi 550 ton, penyaluran masih 300 ton. SP36 200 ton pemakaian baru 120 ton. NPK 235 ton masih sisa 114 ton. Sedangkan pupuk Organik dan ZA belum ada penyaluran,” katanya.

Sementara itu, perwakilan produksi dari salah satu perusahaan pupuk di Kota Cilegon, Toha menyayangkan penjualan pupuk Organik masih 0 persen. Atau tidak laku di pasaran.

“Padahal manfaat pupuk organik itu sangat banyak, bisa menyuburkan tanah. Ini merupakan tugas kita untuk memberikan pemahaman kepada petani agar mereka mau membeli. Alokasi pupuk ke Provinsi Banten masih sangat rendah, masih di bawah Kabupaten Indramayu,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)