Petani Dibekali Pemahaman Tanaman Kehutanan

0
84

SERANG – Pemahaman terhadap tanaman kehutanan tentu perlu dimiliki oleh para petani maupun pelaku di bidang tanaman kehutanan. Fungsinya, untuk mengatisipasi gangguan yang terjadi pada tanaman kehutanan tersebut.

Menyadari pentingnya hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten melalui UPTD Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Kehutanan menyelenggarakan Bintek Proteksi Tanaman Hutan di kantor salah satu UPTD di DLHK Provinsi Banten tersebut, Kamis (9/11).

Kepala Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Kehutanan Ahmad Nasrullah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan. Menurutnya walaupun bibit disiapkan oleh pihaknya, namun tetap penanaman dilakukan di lapangan oleh masyarakat.

“Walupun bibitnya kita siapkan toh tetap ditanamnya di lapangan di lingkungan terbuka yang gangguan ada aja, khususnya hama,” ujarna disela-sela agenda Bintek.

Untuk itu, lanjut Nasrullah, pihaknya menghadirkan pemateri yang sangat berkompenten dari Pusat Penelitian Pengembangan Tanaman Kehutanan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Adapun peserta berasal dari petani yang mewakili delapan kabupaten kota di Banten dan pelaku tanaman kehutanan lainya seperti penadah, pengedar, penyuluh kehutanan, petugas tekhnis balai, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kota.

“Peserta sebanyak 60 orang. Ada teori, ada juga preaktik,” katanya.

Terkait Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Kehutanan dijelaskan Nasrullah merupakan salah satu UPTD di Dinas DLHK Provinsi Banten yang bertugas membantu kepala dinas di bidang tekhnis operasional perbenihan tanaman kehutanan.

Tugas lainnya yaitu menyiapkan jenis-jenis produksi tanaman-tanaman kehutanan terutama yang diwajibkan menggunakan benih kehutanan. “Ada lima jenis yang harus bersertifikat, yaitu jati, albasiah, jabon, mahoni, dan melina,” ujarnya.

Sementara itu, Seksi Produksi dan Sertifikasi Silvinia menjelaskan, balai tersebut bertugas memproduksi tanaman MPTS dan tanaman kehutan yang kemudian disertifikasi.

Dijelaskan Silvi, setelah proses pembenihan selama empat bulan, pihaknya akan mensertifikasi benih-benih tanaman kehutanan tersebut. Sertifikasi dilakukan sebelum didistribusikan kepada masyarakat. “Setelah dilakukan sertifikasi dibuat dokumennya, baru didistribusikan setelah umur lima bulan,” paparnya.

Menurut Silvi, selain di produksi, balai pun mempunyai kebun koleksi yang isinya beberapa jenis pohon kehutanan dan perkebunan. Untuk pohon kehutanan seperti lima pohon yang perlu disertifikasi tersebut, sedangkan pohon perkebunan seperti mangga dan rambutan.

Selain itu, balai pun mempunyai kebun sumber benih sekitar dua hektar, ada tiga jenis pohon di kebun tersebut. Diantaranya, kule, jabon, dan sengon.

“Kami punya juga lab kultur jaringan, untuk jenis-jenis tanaman tertentu yang susah dibenihkan seperti biasa, misalnya yang dengan biji susah hidup. Dengan kultur jaringan yang kita ambil bukan dari biji seperti daunya, batangnya,” katanya. (ADVERTORIAL/DLHK Provinsi Banten)