Petugas Antisipasi Persimpangan Saat Uji Coba Satu Arah

0
646 views
Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Serang Indra Kurniawan memantau kepadatan lalu lintas dari center room Dishub Kota Serang, Jumat (5/4).

SERANG – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang dan Provinsi Banten, kepolisian, dan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTB) bakal dikerahkan pada uji coba jalan satu arah (one way) di Kota Serang pada Sabtu (20/4) Selasa (23/4).

Uji coba satu arah bakal diterapkan pada lima ruas jalan. Yakni, arah dan Jalan KH Abdul Hadi menuju dan Jalan Yusuf (Benggala)- dan Jalan KH Achmad Khotib (Pisangmas)-Jalan Ahmad Yani ( hingga simpang empat Sumur Pecung), dan Jalan KH Sochari menuju simpang empat Warungpojok.

Kata Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Serang Herunajaya mengatakan, one way diterapkan untuk mengurai kemacetan di pusat kota.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mematangkan uji coba. Pemberlakuan sistem rekayasa jalan itu dilakukan pada pagi hari mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB dan sore hari mulai pukul 15.00 sampai 18.00 WIB. “Sosalisasi sedang dilakukan dan sekarang kita akan bagikan surat edaran kepada warga dan perkantoran di jalur yang dilalui,” kata Heru di ruang kerjanya, Jumat (5/4).

Karena masih bersifat uji coba, lanjut Heru, rambu-rambu lalu lintas yang digunakan masih bersifat portabel atau sementara. Rambu itu terkait dengan larangan, perintah dan pengambilan lajur sesuai arah tujuan. “Selain rambu ada 72 petugas yang kita tempatkan,” katanya.

Selain lima titik persimpangan pada lajur yang dilalui, pihaknya juga mengantisipasi 12 titik yang berpotensi rawan macet pada awal percobaan. Antara lain persimpangan Ciwaru, Warungpojok, Benggala, dan sekitar Alun-alun Kota Serang. “Tidak menutup kemungkinan masih ada kebingungan orang sehingga bisa saja ada penumpukan. Makanya kita stay di situ,” cetusnya.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Serang Indra Kurniawan menambahkan, lajur one way meliputi jalan kota, provinsi, dan nasional, maka dalam pelaksanaannya melibatkan semua pihak. “Uji coba ini untuk mengukur efektivitas one way sekaligus uji publik,” katanya.

Hasil uji coba selama tiga hari, ucap Indra, menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk memberlakukannya secara permanen. Terlebih, akan ada beberapa perkantoran, sekolah, perhotelan pada lajur yang dilalui. “Karena masih banyak yang beranggapan satu arah malah bikin jaraknya makin jauh karena harus memutar. Tapi dengan seperti ini kan laju kendaraan jadi lancar juga,” katanya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami atas perubahan rekayasa lalu lintas tersebut. Tujuan dari penerapan one way sebagai langkah untuk mengurai kemacetan yang terjadi. “Kepadatan kendaraan dengan kapasitas jalannya sudah tidak sebanding. Dengan ini, empat lajur bisa searah sehingga memperlancar,” ujar Indra. (Ken Supriyono)