Petugas Imigrasi Arab Saudi Didatangkan ke Indonesia

0
96
Ilustrasi ibadah haji. Foto: Kemenag

 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menggandeng otoritas Kerajaan Arab Saudi untuk menggulirkan inovasi guna memangkas waktu bagi jemaah calon haji dalam mengurus layanan keimigrasian.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, akan ada petugas imigrasi Arab Saudi yang didatangkan ke Indonesia untuk melakukan pemeriksaan keimigrasian sebelum jemaah calon haji diberangkatkan.

“Dengan layanan imigrasi di tanah air, maka waktu dan tenaga jemaah haji kita akan jauh terhemat. Mereka tak perlu lagi antre berjam-jam menunggu proses imigrasi di bandara di Madinah maupun Jeddah,” kata Lukman, Sabtu (9/6), diberitakan JPNN.

Menurut Lukman, tahun ini ada dua proses inovatif terkait imigrasi yang akan dilakukan di embarkasi haji di tanah air. Pertama, proses perekaman data jemaah yang akan dilaksanakan di seluruh embarkasi baik utama maupun antara. Proses itu mencakup perekaman biometrics.

Kedua, proses pre-clearance atau verifikasi akhir yang pada musim haji kali ini diterapkan di tiga embarkasi, Jakarta Pondok Gede (JKG), Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dan Surabaya (SUB).

Khusus jemaah calon haji di ketiga embarkasi tersebut akan melalui proses verifikasi akhir berupa perekaman satu sidik jari dan stempel paspor di Bandara Cengkareng dan Surabaya. Sedangkan saat ini ada 18 embarkasi di seluruh Indonesia.

Embarkasi utama meliputi Aceh (BTJ), Medan (MES), Padang (PDG), Batam (BTH), Embarkasi (PLM), Jakarta-Pondok Gede (JKG), Jakarta-Bekasi (JKS), Surakarta (SOC), Surabaya (SUB), Mataram (LOP), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN) dan Ujung Pandang (UPG).  Sedang embarkasi antara ada di Bengkulu, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah dan Gorontalo.

“Intinya, sebagian besar proses imigrasi Saudi sekarang dilakukan di semua asrama haji di Tanah Air,” ucapnya.

Lukman menjelaskan, jemaah calon haji yang sudah menjalani pre-clearance imigrasi di embarkasi Soekarno-Hatta dan Surabaya ketika tiba di Arab Saudi akan diperlakukan seperti penumpang domestik. Artinya, jemaah calon haji tak perlu lagi mengantre untuk proses keimigrasian.

“Tidak ada lagi proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah pada saat kedatangan. Jemaah bisa langsung menuju bus setibanya di bandara. “Sementara jemaah dari selain JKG, JKS, dan SUB hanya akan didata satu sidik jari dan pengecapan paspor saat proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah,” jelasnya.(esy/jpnn)