Petugas Pemeriksaan Hewan Kurban Diminta Profesional

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kiri) menyematkan kartu identitas petugas pemeriksa hewan kurban secara simbolis di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD), Tigaraksa, Selasa (6/8). Foto Wivy/ Radar Banten

TANGERANG – Menjelang perayaan Idul Adha 1440 Hijriah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta seluruh petugas pemeriksa hewan kurban bekerja secara profesional.

“Para petugas sudah diberikan pembekalan, jadi diharapkan bisa bekerja sesuai poin-poin penting yang diberikan saat pembekalan. Sehingga bisa bekerja secara profesional dan berintegritas,” katanya usai melepas 90 petugas tim pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban di ruang rapat bola sundul, Tigaraksa, Selasa (6/8).

Zaki menegaskan, dalam memeriksa hewan kurban harus benar-benar teliti, sehingga masyarakat tidak salah memilih hewan kurban. ”Hewan itu harus dalam kategori aman, sehat, utuh, dan halal (Asuh). Artinya kalau tidak dalam kategori Asuh, harus diberitahu kepada masyarakat,” tegasnya.

Ditambahkan, sedangkan untuk mengantisipasi penyakit bawaan pada hewan, para petugas dibekali alat-alat medis. Hal tersebut untuk mewaspadai penyakit pada hewan seperti Antraks, Bruselosis, Helminthiasis (kecacingan) dan Orf (sariawan pada bagian mulut).

“Para petugas harus memberikan informasi yang jelas, jika ditemukan beberapa penyakit pada hewan kurban. Kalau memang tidak layak, hewan tersebut harus diisolasi atau diamankan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan, petugas yang diterjunkan ke lapangan tersebut akan memastikan hewan kurban tidak terkena penyakit, cacat dan cukup umur secara syariat Islam.

“Ada 90 petugas yang kami terjunkan ke lapangan, 13 di antaranya dari para medis hewan, selebihnya dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Mereka akan disebar ke 1.000 masjid yang menjadi titik pemotongan hewan secara mobile,” katanya, Selasa (6/8). (mg-04/adm/sub)