Takziah ke rumah duka di Kemanisan, Curug, Kota Serang.

SERANG – Petugas pemilu di Provinsi Banten yang meninggal dunia bertambah lagi dua orang. Total keseluruhan petugas yang meninggal dunia per Selasa (23/4) menjadi tujuh orang.

Dua tambahan petugas yang dikabarkan meninggal dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kampung Kemanisan, Curug Kota Serang, dan Kabupaten Serang.

Petugas meninggal diduga akibat kelehan saat proses penghitungan suara pemilu. “Dari penjelasan dokter karena terlalu lelah sehingga ada pembuluh darah yang tidak berfungsi,” kata Ketua KPU Kota Serang Ade Jahran usai takziah ke rumah duka petugas KPPS Kemanisan Curug, atas nama Danu Rudanu, Selasa (23/4).

Ade ikut prihatin atas meninggalnya petugas pemilu. “Kami turut berduka. Sementara kami hanya memberikan ala kadarnya. Untuk rencana santunan bagi keluarga korban masih menunggu dari KPU RI,” kata Ade didampingi Komisioner KPU Kota Serang M Fahmi Musyafa.

Selain petugas yang meninggal, ada juga petugas yang jatuh sakit. Di wilayah Kota Serang ada enam orang. “Yang sekarang masih dirawat ada satu orang,” kata Ade.

Sementara itu, data rekapitulasi KPU Provinsi Banten, petugas yang sakit berjumlah 33 orang. “Yang meninggal dunia sebanyak tujuh orang. Lima petugas KPPS dua petugas Linmas. Kemudian yang sakit dan dirawat 33 orang,” kata Ketua KPU Provinsi Banten Wahyul Furqon.

Penyebab meninggalnya ketujuh petugas KPPS disebabkan faktor kelelahan. Sebab, proses penghitungan dan rekapitulasi Pemilu 2019 di TPS memakan waktu panjang dan melelahkan. “Kelalahan naik motor kemudian kecelakaan. Ada setelah pencoblosan saat proses penghitungan, rata-rata usai pencoblosan,” ujarnya.

Terkait rencana pemberian santunan, Wahyu mengaku, siap jika para komisioner dan pegawai KPU di kabupaten /kota sumbangan atau urunan mengumpulkan santunan. “Kita siap (urunan), memang kemarin ke teman-teman di kabupaten/kota sebagai rasa simpati kita penyelenggara ikut berduka. paling tidak ada rasa kepedulian kepada teman teman yang terkena musibah,” tuturnya. (Ken Supriono)