PHRI Kabupaten Serang Minta Keringanan Pajak

0
504 views
Hotel The Acacia di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka yang ditutup akibat sepi pengunjung dampak pandemi Covid-19, Minggu (12/4).

SERANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang meminta pembebasan pajak dari pemerintah untuk hotel dan restoran yang sudah tidak lagi beroperasi selama pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Promosi PHRI Kabupaten Serang Norman mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Pemkab Serang untuk keringanan pajak. Yakni, untuk pajak hotel dan restoran serta pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Kita ajukan pembebasan pajak, paling tidak penundaan supaya ada keringanan untuk kita,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Selasa (26/5).

Norman mengatakan, selama pandemi Covid-19 hotel di Anyar-Cinangka tidak lagi beroperasi sejak dua bulan terakhir. Otomatis, selama itu hotel-hotel tidak ada pemasukan. “Pemasukan kita nol, kalau harus tetap bayar pajak rasanya berat sekali,” ujarnya.

Kata Norman, pajak hotel memang disesuaikan dengan okupansi atau tingkat kunjungan wisata. Artinya, jika tidak ada pengunjung pajaknya juga nol. Namun, PBB harus tetap dibayarkan. “Kalau pun ada pengunjung, kita minta pajaknya untuk menutup biaya operasional kita dulu,” terangnya.

Dikatakan Norman, pihaknya sudah mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak membuka tempat wisata selama pandemi Covid-19. “Kita juga sekarang minta keringanan dari pemerintah untuk pajak selama pandemi ini berlangsung,” ucapnya. (Rozak)