Piala Gubernur Banten 2017 U-18: Perseba Balaraja Kampiun

0
70
Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan ucapan selamat kepada para pemain Perseba Balaraja yang menjadi juara sepak bola U-18 Piala Gubernur 2017, Jumat (24/11).

SERANG – Kesebelasan Perseba Balaraja sukses merengkuh mahkota juara Turnamen Sepak Bola U-18 Piala Gubernur Banten 2017. Tim asal Kabupaten Tangerang ini menang adu penalti atas Tangerang Gemilang Selection (TGS) FC dengan skor 4-3 setelah di waktu normal kedua tim bermain imbang tanpa gol alias 0-0 pada laga final yang digelar di Stadion Heroik Grup 1 Kopassus, Taman, Taktakan, Kota Serang, Jumat (24/11) sore.

Sementara peringkat ketiga menjadi milik kesebelasan Lintas Tokoh Pantura (LTP) FC usai menang telak atas Darussalam FC dengan skor 3-1. Dengan demikian, Perseba berhak atas piala tetap Gubernur Banten, medali emas, dan uang pembinaan Rp15 juta. TGS FC mendapatkan piala tetap, medali perak, dan uang pembinaan Rp10 juta. Sedangkan LTP FC juga berhak atas piala, uang pembinaan Rp5 juta, dan medali perunggu.

Tidak hanya sukses keluar sebagai kampiun, Perseba Balaraja juga menempatkan strikernya Afrizal Dwi sebagai topskor dengan torehan 12 gol. Afrizal juga berhak atas uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta. Adapun pemain terbaik jatuh kepada M Bagoes Salam dari TGS FC yang meraih uang pembinaan Rp2,5 juta.

Ditemui usai pertandingan, Pelatih Perseba Balaraja Hadiyanto mengaku tak bisa mengungkapkan kegembiraan dengan kata-kata atas keberhasilan timnya meraih gelar juara. “Ini sangat luar biasa. Satu kebanggan buat kami, masyarakat Kecamatan Balaraja khususnya karena kami bisa sampai juara di Piala Gubernur Banten. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah dukung kami,” kata Hadiyanto kepada awak media, kemarin sore.

Hadiyanto berharap, dengan hasil ini para pemainnya diberi kesempatan untuk mencicipi kompetisi lebih tinggi dengan berkostum Banten. “Muara dari turnamen ini kan untuk pembentukan tim sepak bola Banten. Kami berharap diberi kesempatan menjadi bagian tim Banten. Liga 3, Liga 2, atau mungkin Liga 1. Terutama Asprov PSSI Banten kami berharap dapat menyalurkan para pemain kami ke kompetisi regular supaya nantinya para pemain semakin berkembang,” harapnya.

Sementara itu, Pelatih TGS FC Zulhandikar Batubara mengapresiasi atas perjuangan skuatnya meski akhirnya kandas di tangan para seniornya sendiri. “Anak-anak sudah main bagus. Bagi kami kekalahan ini hanya belum beruntung saja. Pertandingan final ini kan ibarat kakak melawan adik. Jadi siapa pun pemenangnya kami tetap bangga. Bagi kami ini kemenangan masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya dan Banten pada umumnya,” ujarnya.

Kesempatan tersebut, Gubernur Wahidin Halim mengatakan, melihat pertandingan di partai final antara Perseba Balaraja versus TGS FC cukup memberi gambaran kekuatan sepak bola Banten. “Ternyata Banten punya potensi pemain bola andal. Pemain kita punya bakat dan masih muda. Kalau mereka mau dibina, saya bersedia membinanya untuk kemajuan persepakbolaan Banten. Kita bangun bersama-sama agar kedepan berprestasi. Saya termasuk orang gila bola. Saya pernah menjadi manajer Persita dan Persikota. Jadi dunia sepak bola sudah tidak asing lagi bagi saya,” terangnya.

Untuk mendukung dibentuknya tim sepak bola Banten, Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan untuk pembangunan sport center. “Kita sudah anggarkan Rp1,4 triliun untuk sport center yang di dalamnya ada stadion bola dan lapangan yang berstandar internasional. Sport center itu program jangka panjang dan kita yakin bisa. Jadi kalau bicara olahraga, saya tidak mau setengah-setengah,” tandasnya sambil berlalu. (Andre AP/RBG)