Piala Presiden 2019: Barito Putera Tekuk Persita

Pemain Persita (kiri) berebut bola dengan pemain Barito Putera pada babak penyisihan grup E Piala Presiden 2019, Sabtu (9/3) di Stadion Kanjuruhan, Malang.

MALANG – Persita Tangerang kembali menelan pil pahit pada Piala Presiden 2019. Usai ditekuk 2-0 oleh Persela, Persita harus takluk dengan skor 1-3 melawan Barito Putera, Sabtu (9/3) lalu.

Laga babak penyisihan Grup E ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pendekar Cisadane dan Barito Putera sama-sama menerapkan permainan terbuka.

Kedua tim saling jual beli serangan. Peluang emas diperoleh Barito Putera saat memasuki menit ke-8 babak pertama. Arthur Jesus sempat melepas tendangan ke arah gawang Persita Tangerang. Namun, tembakan bek tengah Barito Putera itu melambung di atas mistar gawang.

Serangan balasan dibangun oleh anak asuh Widodo Cahyono Putro. Melalui umpan-umpan pendek, pemain Persita merangsek masuk ke pertahanan Barito Putera. Menit ke-11, giliran Persita memeroleh peluang. Pemain sayap Persita, Azka Fauzi melesakkan sepakan keras ke gawang Barito Putera. Sayang, bola masih melenceng ke sisi kiri gawang.

Jual beli serangan terus terjadi sepanjang babak pertama. Hingga akhirnya Barito Putera sukses menjebol gawan Persita. Anna Fitranto dipaksa memungut  bola dari jala gawangnya usai sepakan Arthur Jesus menjebol gawang Persita pada menit ke-28. Barito Putera menggandakan keunggulannya melalui Gavin Kwan Adsit pada menit ke-35. Hingga babak pertama berakhir, skor bertahan 0-2. 

Memasuki babak kedua, Persita masih belum menyerah. Pendekar Cisadane masih mencari celah menyerang. Hingga menit ke-76, Chandra Waskito membuat skor berubah menjadi 1-2.

Skor tersebut tak bertahan lama. Menit ke-81, Gavin Kwan Adsit mencetak gol keduanya pada laga ini. Skor berubah menjadi 1-3 untuk keunggulan Barito Putera. Skor tak berubah hingga peluit panjang pertandingan berakhir.

Pelatih Persita Tangerang Widodo Cahyono Putro menilai pertahanan timnya masih rapuh. Disiplin pemain pada posisinya masing-masing harus ditingkatkan. “Ada beberapa kesalahan dari kita, terutama di gol ketiga, yang prosesnya hampir sama waktu melawan Persela. Kemarin kami sudah mengevaluasi error-error itu, dan tadi terjadi lagi. Berarti ini PR besar kami untuk terus memperbaiki kesalahan-kesalahan itu,” kata Widodo.

Widodo juga mengomentari soal anggapan tim Persita terlambat ‘panas’ saat menghadapi lawan yang kastanya lebih tinggi. “Itulah problem kasta di bawah dengan kasta tertinggi, permainan sepertinya mereka membaca dulu. Padahal instruksi kita sudah harus bermain lepas saja. Tapi berpulang kepada individual, teknik pemain itu sendiri. Setelah babak kedua diinstruksikan, baru mereka lepas dan bermain sesungguhnya,” jelas Widodo.

Kapten Persita Egi Melgiansyah mengakui permainan Barito Putera lebih unggul. Terkait permainan rekan-rekannya, Egi menilai telah maksimal. “Kita belum terlalu banyak latihan set piece. Kita latihan untuk posisi bertahan dan stopper. Saya sama teman-teman cukup puas dengan permainan ini, dibandingkan saat melawan Persela,” kata Egi. (Riko B/RBG)