Pikap Terguling, Tiga Santri Tewas

TANGERANG – Sebuah pikap bermuatan puluhan santri Miftahul Huda, Semanan, Jakarta Barat, dengan nopol B 9029 RV mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Boulevard Green Lake tepatnya di flyover Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (25/11). Insiden maut tersebut mengakibatkan tiga santri meninggal dunia dan 20 lainnya luka-luka.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, kendaraan berwarna dominan merah itu melaju dari arah Metland Ciledug ke arah Green Lake sekira pukul 11.30 WIB. Mereka baru saja menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Kampung Pondok, Kecamatan Karangtengah, Kota Tangerang.

Sesampainya di flyover Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, yang kondisi jalannya berbelok dan menurun, pengemudi kehilangan kendali. Pikap yang mengangkut 23 santri itu menabrak pembatas jalan sebelah kiri sehingga mengakibatkan kendaraan terbalik dan penumpang terpental keluar kendaraan.

Salah seorang saksi mata, Andri mengaku, tepat berada di belakang pikap sebelum mobil yang dinaiki puluhan santri itu terbalik. “Saya sempat melihat ban sebelah kanan mobil terangkat saat di turunan flyover dan setelah itu mobil terbalik,” katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (25/11).

Setelah mobil terbalik, puluhan penumpang terpental dari mobil dan mengalami luka-luka. “Ada yang terpental di pinggir jalan, ada yang ke taman, mereka (penumpang-red) banyak yang bersimbah darah,” ungkapnya.

Security Kawasan Perumahan Green Lake City (GLC) Asdar mengungkapkan, kejadian kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Menurut beberapa santri, mobil yang terbalik itu mengarah pulang usai mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad Saw di wilayah Kampung Pondok, Kecamatan Karangtengah. “Mereka mengaku dari Pesantren Miftahul Huda, Semanan, Jakarta Barat,” ungkapnya.

Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, petugas langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Saat tiba di lokasi, warga sudah ramai membantu santri yang terluka. “Kami dibantu masyarakat untuk mengevakuasi korban sekaligus mengamankan kondisi lalu lintas di TKP,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (25/11).

Kata Sutrisno, korban meninggal dunia dan luka-luka langsung dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat di Kota Tangerang. “Korban meninggal ada tiga orang dan 20 orang luka-luka dibawa ke beberapa rumah sakit. Rumah Sakit Mulya Pinang, Medika Lestari, Sari Asih Ciledug, Bhakti Asih, dan RSU Kota Tangerang,” ujarnya.

Sutrisno menuturkan, untuk penanganan perkara tersebut ditangani langsung oleh Satuan Kecelakaan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Tangerang Kota. “Kami imbau masyarakat juga agar bisa menggunakan kendaraan sesuai peruntukannya. Pikap itu kan kendaraan angkutan barang. Karenanya, kami imbau jangan dipakai untuk angkutan orang. Tentu ini juga agar menghindari kecelakaan serupa,” pungkasnya. (Alwan/RBG)