Pilgub 2017: Parpol Tengah Gagas Koalisi Baru

Pilgub Banten 2017

SERANG – Suasana politik di parpol papan tengah makin sulit ditebak. Meski mayoritas parpol papan tengah ini sudah merapatkan barisan untuk berkoalisi dengan Partai Golkar seperti Hanura dan Demokrat, beberapa partai lain justru belum menentukan sikap.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PAN, Gerindra, PKB, dan Nasional Demokrat (NasDem) merupakan parpol yang belum menentukan arah koalisi. Walaupun beberapa di antaranya seperti PAN dan PPP sudah pernah diundang bakal calon petahana Rano Karno, sayangnya dukungan mereka belum bulat. Alih-alih siap memberikan dukungan, partai papan tengah ini justru siap membuka peluang mengusung bakal calon gubernur/wakil gubernur baru untuk menandingi kekuatan petahana atau pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Muhamad Mardiono mengatakan, proses komunikasi politik yang dilakukan jajaran PPP dengan bakal calon yang ada saat ini tidak menemukan chemistry. Karena itu, bukan tidak memungkinkan PPP menggalang koalisi poros baru bersama beberapa partai dan memunculkan calon alternatif. “Semua kan masih berproses. PPP belum mengambil keputusan. Kita terus berupaya bukan dengan PDIP saja. Di pusat komunikasi dengan mitra Koalisi Indonesia Hebat terus terbangun, dan tidak memungkinkan berlanjut ke daerah. Kalau koalisi ini terjadi, masih sangat mungkin mengusung calon alternatif baru sehingga akan terbentuk pola-pola kandidat, rakyat akan punya banyak pilihan,” kata Mardiono yang dihubungi Radar Banten, Kamis (11/8).

Mardiono yang merupakan koordinator bidang pemenangan pemilu PPP se-Indonesia ini mengakui, komunikasi antara DPP PPP dan DPP PDIP sangat baik. Meski demikian, pihaknya akan melihat terlebih dahulu sosok calon wakil yang akan digandeng Rano Karno sebagai bakal calon Gubernur Banten yang akan diusung PDIP. “Kita sudah komunikasi, di pusat pun saya intens dengan Sekjen DPP PDIP (Hasto Kristanto). Tetapi nanti, kita lihat dulu, siapa wakilnya Rano Karno. Yang pasti kalau bertanya calon yang akan diusung PPP siapa, ya nanti. Kita lihat petanya. Dan yang pasti, PPP kali ini tidak mau nganggur dan kita mau usung calon yang menang,” ucap Mardiono.

Kata dia, yang memungkinkan saat ini untuk diajak berkoalisi, yakni DPW PAN Banten. Itu lantaran di DPRD Banten PAN dan PPP bergabung dengan nama Fraksi Amanat Persatuan Pembangunan. “Khusus di Banten, PAN dan PPP kan satu fraksi. Tentu sudah menjalin kerja sama baik di fraksi, tinggal menindaklanjuti koalisi di pilkada,” paparnya.

Sejauh ini, lanjut Mardiono, selain dengan PAN, yang sudah terjalin komunikasi, yakni dengan DPW PKB Banten. “Sore ini (kemarin-red) pengurus kita di Banten ada pertemuan dengan PKB. Sementara, partai lain seperti Gerindra dan NasDem, sedang di-range untuk pertemuan. Dengan NasDem, di pusat Pak Romi (Ketua Umum PPP Romahurmuzy) sudah ketemu,” jelasnya.

PPP, kata Mardiono, tidak menutup kemungkinan mengusung kader internal atau eksternal partai. “Bisa saya atau Pak Taufiqurahman Ruki. Atau tidak menutup kemungkinan dari nonkader,” ujarnya.

Ketua DPW PPP Banten Agus Setiawan membenarkan bahwa proses komunikasi politik yang digagas Koalisi Semangat Baru akan terus dilakukan hingga DPP PPP memutuskan sikap politiknya. Agus mengaku partainya akan membangun komunikasi dengan lima parpol lainnya. “Kita berharap minimal ada lima partai yang bergabung dalam koalisi ini. Kita lihat saja nanti,” katanya.

PPP dengan PAN, lanjut Agus, sudah membicarakan arah koalisi jauh sebelum tahapan Pilgub Juli lalu. “Kita sudah lama, sebelum partai lain berbicara rencana koalisi kita sudah bicarakan koalisi lebih dulu. Referensi sekarang ini kan sudah banyak makanya kita komunikasi lagi. Insya Allah, nanti ke partai-partai lain juga akan dilakukan. Sudah satu hati satu badan, kita perbanyak dulu referensi,” tuturnya.

“‎PPP dan PAN di DPRD Banten kan satu fraksi dan persepsi kita mengenai koalisi ini sudah satu tujuan. Nanti komunikasi dengan partai lain akan terus kita lakukan secara intens dengan harapan koalisi semangat baru ini minimal bergabung lima partai politik,” katanya.

Ketua DPW PAN Banten Masrori tidak menampik bahwa sudah ada pertemuan dengan pengurus DPW PPP. “Sebenarnya, koalisi ini masih tahap awal untuk saling komunikasi antar partai, menyikapi perkembangan dinamika Pilgub Banten‎ yang pendaftarannya baru dibuka akhir September mendatang. Kalau soal cagub/cawagub, itu akan kami bahas setelah koalisi ini minimal disepakati lima parpol,” kata Masrori.

Menurutnya, dari sepuluh parpol pemilik kursi di DPRD Banten mayoritas belum menentukan sikapnya dan masih menunggu keputusan DPP masing-masing. “Koalisi Semangat Baru bisa dikatakan sebagai poros baru. Kan bagus antar parpol berembuk untuk Banten yang lebih baik dan menyikapinya secara cermat bersama-sama,” ungkapnya.

Masrori melanjutkan, pada prinsipnya Koalisi Semangat Baru terbuka untuk semua parpol termasuk yang sudah menentukan sikap untuk mengusung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. “Ya karena KSB itu kebersamaan, maka harus terbuka. Jadi, kami terbuka untuk parpol mana pun termasuk parpol yang sudah menentukan sikap politiknya,” jelasnya.

Masrori tidak menampik bahwa Koalisi Semangat Baru yang sedang dibangunnya tersebut memungkinkan untuk berada di luar gerbong koalisi Golkar, Demokrat, dan Hanura maupun gerbong PDI Perjuangan. “Bisa saja jika pada akhirnya berkembang seperti itu. Politik kan dinamis,” jelasnya.

Ketua DPW PKB Banten Rahmat Abdul Gani yang dikonfirmasi mengaku belum melakukan pertemuan dengan pengurus DPW PPP. “Belum pertemuan. Kalau komunikasi sudah. Kita sekarang sedang penjaringan (bakal calon gubernur/wakil gubernur). Arah (koalisi) ke depan berjalan saja,” paparnya.

Ketua DPW NasDem Provinsi Banten Wawan Iriawan mengatakan, segala kemungkinan arah koalisi masih mungkin terjadi. Termasuk apakah dengan PDIP atau partai lain. “Semuanya masih mungkin karena yang menentukan koalisi pilgub ada di DPP,” ujarnya singkat. (Aditya R-Deni S/Radar Banten)