Pilgub 2017: Rano-Arief Makin Mesra

Gubernur Banten Rano Karno bersama Walikota Tangerang Arief R Wismansyah bergandengan tangan di sela pelepasan kloter jamaah haji asal Kota Tangerang di Masjid Al-Azhom, Senin (8/7). Keduanya digadang-gadang akan maju berpasangan dalam Pilgub Banten, Februari 2017.

GUBERNUR Banten Rano Karno makin mesra dengan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Hubungan hangat keduanya seperti tergambar saat pelepasan jemaah haji asal Kota Tangerang, di Masjid Al Azhom, Senin (8/8).

Keduanya secara berbarengan menghadiri pelepasan jemaah haji kloter pertama di Provinsi Banten tersebut. Meskipun yang melepas jemaah adalah Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, karena Gubernur Rano Karno sudah harus pamit sebelum acara selesai.

Meski begitu, Rano terlihat berbicara serius dengan Arief. Tak hanya soal haji. Apalagi sempat beredar kabar kalau Rano Karno memang ingin bersanding dengan Arief R Wismansyah.

Santer terdengar kalau Rano ingin menggandeng Arief untuk menjadi pendampingnya. Apa lagi pasca Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumy mengumumkan sebagai pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Dimana membuat Rano harus menyiapkan strategi menghadapi pasangan ini.

Salah satunya adalah dengan menggandeng calon yang juga tokoh dari Tangerang. Pilihannya mungkin jatuh kepada Arief R Wismansyah. Muncul selentingan keduanya sudah rajin berjumpa secara informal guna membicarakan kesepahaman untuk Pilgub Banten. Bahkan, secara diam-diam juga Rano sudah mendatangi kediaman Arief di Karawaci, Kota Tangerang, untuk bicara lebih spesifik kemungkinan keduanya maju.

Meski begitu hingga kini belum ada kata sepakat dua orang tokoh tersebut. Rano Karno saat dimintai konfirmasi mengenai pendamping Arief R Wismansyah ogah berkomentar. ”Haduh, ini kan lagi ngomongin haji, kenapa bicara Pilgub. Kurang baiklah,” katanya.

Ditanya soal kemungkinan berduet dengan Walikota Tangerang itu, ia buru-buru naik ke mobilnya. ”Nanti saja, ntar juga ente-ente tahu siapa wakil ane,” ujarnya dengan logat Betawi yang khas.

Sementara Walikota Tangerang Arief R Wismansyah juga menjawab diplomatis soal kemungikinan ia berpasangan dengan Rano. Lagi-lagi Kota Tangerang juga menjadi alasannya kenapa belum menentukan sikap untuk ikut dalam perhelatan Pilgub. ”Masih kerja. Jangan ngomongin Pilgub dong. Enggak enak,” ujarnya.

Soal komunikasi yang intens dengan Rano, Arief mengelaknya. Ia mengungkapkan tidak pernah berbicara secara spesifik soal pilgub ataupun pertemuan lainnya. ”Jangan dorong saya maju di Pilgub Banten. Sekarang mau fokus bekerja sebagai walikota saja,” ujarnya.

Ia pun enggan berandai-andai jika takdir mengharuskan Arief berpasangan dengan Rano Karno dalam Pilgub. ”Tidak ada itu takdir diandai-andaikan. Harus pasti. Sekarang kan saya belum memutuskan maju di Pilgub Banten atau tidak,” katanya.

Pengamat Politik Andi Syafrani menilai potensi Rano-Arief menang dalam Pilgub Banten cukup besar andai keduanya itu jadi dipasangkan. Dimana Rano menilai kekuatan Arief yang bisa mendongkrak perolehan suara di Tangerang Raya guna mengimbangi WH yang notabene juga bekas Walikota Tangerang. Rano menilai untuk mengimbangi kekuatan WH adalah dengan menggaet tokoh yang sama-sama dari Tangerang. Pilihan kepada Arief itu cukup realistis. ”Saya menilai kalau jadi Rano-Arief itu dipasangkan bisa mengimbangi kekuatan WH-Andika yang saat ini sudah mendeklarasikan diri,” imbuhnya.

Soal Barat-Utara, yang biasanya menggambarkan pasangan di Pilgub Banten, Andi menilai memang perlu ada. Meski begitu, jika benar Rano menginginkan Arief sebagai pendampingnya itu menggambarkan rasa percaya diri pemeran si Doel Anak Sekolahan ini. ”Bisa jadi Rano sudah merasa menggengam daerah Barat, seperti Serang Raya dan sekitarnya. Maka itu, ia perlu tokoh yang secara politik kuat di Tangerang Raya. Pilihannya mungkin jatuh pada Arief,” katanya. (Firdaus R/Radar Banten)