Pilgub Banten 2017: Berebut Mandat Rakyat

0
844 views

SERANG – Besok (15/2), Pilgub Banten mencapai puncaknya. Warga Banten akan memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di TPS-TPS yang disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pilgub Banten 2017 merupakan pemilihan langsung cagub/cawagub yang ketiga di Provinsi Banten. Pada Pilgub pertama tahun 2006, pasangan petahana Ratu Atut Chosiyah-HM Masduki memenangkan pilkada. Atut sebelumnya merupakan Wakil Gubernur dan Plt Gubernur. Berikutnya Pilgub kedua tahun 2011‎, petahana Ratu Atut Chosiyah yang berpasangan dengan Rano Karno juga melenggang mulus sebagai pasangan terpilih. Saat itu, Atut-Rano mengalahkan pasangan Wahidin Halim-Irna Narulita.

Tahun ini, Rano Karno selaku petahana yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief kembali ditantang Wahidin Halim yang berpasangan dengan putera Ratu Atut Chosiyah, Andika Hazrumy. Kedua pasangan calon ini telah habis-habisan memaparkan program dan beradu visi-misi selama kampanye dan debat kandidat untuk meyakinkan 7.734.485 pemilih. Para pemilih ini tersebar di empat kabupaten dan empat kota yang meliputi 155 kecamatan, 1.551 kelurahan, dan 16.540 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Provinsi Banten.

Pilgub Banten 2017 juga menelan anggaran besar. Sebelumnya, KPU Banten telah mengusulkan anggaran sebesar Rp299 miliar. Pada APBD 2016 dialokasikan sebesar Rp150 miliar. Sementara pada APBD 2017 anggaran pilgub dialokasikan sebesar Rp120 miliar. Total pesta demokrasi di Provinsi Banten untuk KPU menggelar Pilgub sebesar Rp270 miliar. Anggaran itu belum ditambah untuk Bawaslu yang hampir mencapai Rp100 miliar.

Pilgub Banten diikuti dua pasangan calon yang diusung gabungan partai politik. Wahidin-Andika diusung tujuh partai politik (Golkar, Demokrat, PKS, Hanura, Gerindra, PAN, dan PKB), sementara Rano-Embay diusung tiga partai politik (PDIP, PPP, NasDem).

Ketua Pokja Pencalonan dan Kampanye KPU Banten‎ Syaeful Bahri mengingatkan kepada masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya. “Mari kita ke TPS untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” tegasnya kepada Radar Banten, kemarin.

Kata Syaeful, pihaknya sudah sangat siap untuk menghelat pemungutan suara besok. Kata dia, distribusi logistik sudah disebar ke kabupaten kota. Surat suara yang dicetak mencapai 7,9 juta lembar dengan menelan anggaran mencapai Rp750 juta. Surat suara dicetak oleh PT Dian Rakyat di Pulogadung, Jakarta Timur, Januari lalu.

Ketua KPU Banten Agus Supriyatna mengaku sudah maksimal melakukan sosialisasi Pilgub Banten 2017. KPU kabupaten kota pun telah menutup rangkaian sosialisasi pilkada serentak hingga ke kampung-kampung agar target partisipasi pemilih tercapai di atas 70 persen. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Pemprov Banten agar pemerintah daerah ikut melakukan sosialisasi menyukseskan pemilu, sebab belajar dari pilkada serentak 2015 lalu tidak seramai pilkada-pilkada sebelumnya,” katanya.

Terkait pelaksanaan pemungutan suara besok, Agus mengaku sudah ada Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Hari Pemungutan Suara Pilkada Serentak 2017 Sebagai Hari Libur Nasional. “Kami sudah mendapatkan salinan Keppresnya, jadi semua warga Banten diharapkan menggunakan hak pilih pada 15 Februari. Ini pesta demokrasi, pestanya rakyat. Jadi semuanya mari datang ke TPS untuk menentukan masa depan Banten,” ungkap Agus. (Deni S/Radar Banten)