Pilgub Banten: Audit Dana Kampanye Paslon Mulus

0
730 views

SERANG – Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur menghabiskan uang miliaran untuk ongkos kampanye mereka. Berdasarkan data KPU Banten, dana kampanye kedua pasangan calon (paslon) mencapai Rp9 miliar.

Paslon nomor satu Wahidin Halim-Andika Hazrumy total biaya kampanye sebesar Rp5.045.100.000. Sementara, paslon nomor dua Rano Karno-Embay Mulya Syarief total biaya kampanye ‎sebesar Rp3.964.383.471.

Dalam ‎laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK), paslon nomor satu Wahidin-Andika total penerimaan dana kampanye sebesar Rp5.045.100.000. Secara perinci, penerimaan dana kampanye paslon nomor satu mayoritas dari kantong pribadi calon sekira 65 persen.

Wahidin Halim selaku cagub menggelontorkan uangnya sebesar Rp1,9 miliar. Sementara, Andika Hazrumy selaku cawagub menyumbang Rp1,2 miliar. Total sumbangan keduanya sebesar Rp3,1 miliar. Adapun dana kampanye sisanya sebesar Rp1,9 miliar merupakan sumbangan dari pihak lain perseorangan. Tercatat lebih dari 30 orang yang menyumbangkan uangnya dengan rata-rata Rp50 juta hingga Rp75 juta.

Sementara, paslon nomor dua Rano-Embay total penerimaan dana kampanye sebesar Rp3.977.610.000. Secara terperinci, penerimaan dana kampanye paslon nomor dua juga mayoritas dari kantong pribadi calon mencapai 75 persen. Rano selaku cagub menyumbang Rp1,5 miliar lebih, begitu juga Embay Mulya Syarief selaku cawagub menyumbang Rp1,5 miliar lebih. Total sumbangan keduanya mencapai Rp3,1 miliar. Pasangan ini masih menyisakan saldo Rp13 juta.

‎Adapun dana kampanye lainnya berasal dari sumbangan pihak lain perseorangan dan partai politik atau gabungan partai politik. Tercatat ada delapan orang yang menyumbangkan uangnya untuk dana kampanye paslon nomor dua.

Menurut Ketua KPU Banten Agus Supriyatna, dana kampanye kedua paslon telah diaudit oleh akuntan publik sejak ‎13-27 Februari lalu. “Kami telah menerima hasil audit LPPDK pada 28 Februari dan hari ini (kemarin-red) kami serahkan kepada kedua paslon,” kata Agus kepada wartawan usai menyerahkan LPPDK kepada perwakilan tim pasangan Wahidin-Andika dan tim pasangan Rano-Embay di Kantor KPU Banten, Kamis (2/3).

Agus menambahkan, ‎LPPDK yang telah diaudit akuntan publik tersebut juga telah diserahkan ke Bawaslu Banten. “Hasil audit LPPDK kedua paslon dinyatakan patuh sesuai aturan. Kami juga telah mengumumkan kepada publik melalui website resmi KPU dan media massa,” ungkapnya.

Senada dengan itu, komisioner KPU Banten Syaeful Bahri menambahkan, dengan telah diaudit LPPDK kedua paslon dalam Pilgub Banten 2017, KPU telah melaksanakan tahapan pilgub sesuai aturan. “Kedua paslon telah menunaikan kewajibannya, kami mengapresiasi itu. Selanjutnya, hasil audit LPPDK ini juga akan dikaji Bawaslu,” ungkapnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten Pramono U Thantowi mengatakan, laporan dana kampanye memang tidak ada sanksinya. Hanya patuh dan tidak patuh. Tapi kalau nanti laporan dana kampanyenya tidak benar, bisa diancam pidana. “Makanya, dana kampanye sejak awal dibatasi jumlahnya. Tujuannya bukan untuk mencegah masing-masing pasangan calon menyiapkan anggaran kampanye sebanyak-banyaknya, tapi untuk menjunjung tinggi asas keadilan sehingga Pilgub Banten menjadi demokrasi yang sehat tanpa politik uang,” jelasnya.

Terkait dana kampanye, KPU Banten sebelumnya telah menetapkan batas dana kampanye Pilgub Banten maksimal Rp98 miliar. Sumbangan dana kampanye perseorangan dibatasi maksimal Rp75 juta, sementara sumbangan dari organisasi/lembaga yang berbadan hukum maksimal Rp750 juta.

Kendati calon harus mengeluarkan uangnya lebih banyak untuk membiayai kampanye, sumbangan calon sesuai dengan jumlah harta kekayaan yang dimiliki cagub- cawagub Banten. Berdasarkan data KPU Banten, pasangan Wahidin-Andika memiliki jumlah harta Rp38,6 miliar dengan perincian, Wahidin Rp17.942.004.193 dan Andika Rp20.744.339.190‎. Sementara, pasangan Rano-Embay‎ memiliki jumlah harta sebanyak Rp17,8 miliar. Dengan perincian, Rano Rp15.794.639.511 dan Embay Rp2.097.176.000. (Deni S/Radar Banten)