Ajat Munajat

SERANG – Kecamatan Kasemen dan Walantaka, Kota Serang termasuk daerah paling rawan pelanggaran pada Pilgub Banten 2017. Hal ini berdasarkan pemetan potensi pelanggaran oleh Panwaslu Kota Serang.

“Hasil kajian bersama tentang pemetaan wilayah potensi pelanggaran di Kota Serang, meliputi dua kecamatan yaitu Walantaka dan Kasemen. Dua kecamatan ini menjadi fokus Panwaslu,” ungkap Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu Kota Serang Ajat Munajat kepada wartawan di kantornya, Jumat (15/7).

Alasan penentuan rawan pelanggaran, kata Ajat, berdasarkan rekam Pemilu 2014. Di dua kecamatan itu terjadi penggelembungan suara.

“Selama ini memang Panwaslu dalam pelaksanaan lebih banyak menerima laporan dibandingkan dengan temuan. Ke depan kita akan berupaya pada pencegahan, ini dilakukan untuk meminimalisir pelanggaran di masyarakat,” kata Ajat.

Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono mengatakan, untuk meningkatkan pencegahan pelanggaran, pihaknya akan lebih selektif dalam rekrutmen Panwascam dan PPL yang menjadi ujung tombak dan bertugas selama 24 jam.

“Upaya pencegahan ini, kami (Panwaslu) akan bekerja sama dengan KPU Kota Serang, untuk melakukan sosialisasi dan antisipasi pelanggaran,” kata Rudi. (Fauzan Dardiri)