Pilkada 2020: Golkar “Pede” Usung Kader

0
918 views
Wakil Sekjen Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah Jawa I Andika Hazrumy, Ketua DPD Partai Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah, dan sejumlah pengurus lain saat konsolidasi Partai Golkar wilayah Jawa I (Jakarta, Banten, Jawa Barat) di Swiss-Bell Hotel, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Selasa (11/2).

TANGSEL – Partai Golkar terus membangun konsolidasi internal untuk menghadapi pilkada serentak 2020. Partai berlambang pohon beringin ini percaya diri (pede) mengusung kader di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Namun dari empat pilkada yang akan digelar di Banten, baru dua daerah yang sudah final mengusung kader internal. Yakni Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Sementara pilkada Kabupaten Pandeglang dan Tangsel, Golkar belum memberikan rekomendasi.

Untuk Pilkada Kabupaten Serang, Golkar sudah memutuskan mengusung Ratu Tatu Chasanah. Bupati Serang yang juga Ketua DPD Golkar Banten itu dinilai layak untuk memimpin Kabupaten Serang kembali. Sementara di Kota Cilegon, Golkar memastikan mengusung Ati Marliati (kader Golkar yang saat ini menjabat Wakil Walikota Cilegon).

Ratu Tatu Chasanah mengatakan bahwa arahan dari tim pilkada Golkar harus mengusung kader. ”Arahan tim pilkada DPP Jawa I harus ada kader Golkar yang didukung tidak boleh hanya mengusung. Bisa jadi nomor satu atau nomor dua,” kata Tatu seusai menghadiri rapat konsolidasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar wilayah Jawa I (Jakarta, Banten, Jawa Barat) di Swiss-Bell Hotel, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Selasa (11/2).

Kata Tatu, untuk Banten ada empat wilayah yang akan melaksanakan pilkada yakni Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Tangsel. ”DPP minta untuk semua wilayah tersebut harus menang,”jelasnya

Untuk itu, sambungnya, Tatu meminta jajaran DPD tingkat II mematangkan kader yang akan diusung untuk menjadi bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. Sebab, pengurus tingkat kabupaten kota yang paling memahami kondisi politik di wilayah masing-masing. ”Baru dua wilayah yang mengusung kader, yakni Ati Marliati untuk pilkada Cilegon dan  saya selaku petahana di Kabupaten Serang. Sedangkan Kabupaten Pandeglang dan Tangsel belum ada keputusan,” sebutnya.

Mengenai pencalonan Pilar Saga Ichsan sebagai bakal calon wakil walikota di Tangsel, Tatu mengatakan tidak akan melakukan intervensi meskipun Pilar merupakan putranya. Ia mengatakan, memberikan keputusan seutuhnya kepada pengurus tingkat kabupaten kota supaya memiliki tanggung jawab memenangkan pilkada. ”Kami DPD provinsi tidak mengubah apa pun hasil keputusan calon yang didukung pengurus tingkat kabupaten kota yang akan diteruskan ke pusat,” tandasnya.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah Jawa I Andika Hazrumy menargetkan awal Maret, Kota Tangsel dan Kabupaten Pandeglang harus sudah memberikan nama kader yang diusung.  ”Dua daerah (Tangsel dan Pandeglang-red) masih menunggu hasil pleno. Tapi, kami minta awal bulan Maret sudah ada nama yang direkomendasikan ke DPD Banten dan DPP,” jelasnya.

”Soalnya DPP akan melakukan survei secara nasional sebagai tolok ukur partai merekomendasikan pasangan calon yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),” tambahnya

Andika menyatakan, hasil laporan dari pengurus Golkar Kota Tangsel, beberapa nama sudah muncul antara lain Andiara dan Pilar Saga Ichsan. Sedangkan untuk Pandeglang pasangan petahana Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban. ”Nama-nama tersebut baru sebatas usulan. Hasilnya ada di rapat pleno pengurus daerah kabupaten kota. Kami menekankan kader internal harus diusung sesuai arahan Ketua Umum Airlangga Hartarto,” jelasnya

Untuk wilayah Jawa I (Jakarta, Banten, dan Jabar) ada 12 daerah yang akan menggelar pilkada. ”Makanya rapat konsolidasi ini DPP ingin menyaring dan menyiapkan strategi dari awal. Untuk 12 daerah yang melakukan pilkada terdiri Banten empat wilayah dan delapan di Jawa Barat. Kita target 10 wilayah menang,” tutupnya.

Dihubungi terpisah, pengamat politik STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, Harits Hijrah Wicaksana menilai, kepercayaan diri Golkar dalam menghadapi pilkada serentak 2020 sudah tampak sejak akhir 2019. Sebab empat daerah yang akan menggelar pilkada di Banten merupakan basis suara Golkar dalam beberapa tahun terakhir.

“Tidak mengherankan bila Partai Golkar lebih percaya diri dibanding partai lainnya dalam mengusung para kadernya untuk maju di Pilkada 2020. Sebab Golkar memang cukup kuat di Tangsel, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan juga di Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Hanya saja, lanjut Harits, Golkar akan kesulitan mencari kader di Tangsel dan di Pandeglang, sebab di Tangsel tidak ada yang sekuat Airin Rachmi Diany, begitu juga di Pandeglang belum muncul figur dari Golkar yang bisa sejajar dengan popularitas Irna Narulita. Bahkan nama Wakil Bupati Pandeglang Tanto W Arban juga masih diragukan untuk dicalonkan kembali oleh Golkar. “Makanya di Pandeglang dan Tangsel, Golkar sampai saat ini belum memastikan kader internal untuk diusung dari partai berlambang pohon beringin ini, sepertinya masih digodok nama-namanya,” jelasnya.

Ia meyakini Golkar tidak akan melewatkan momentum politik 2020 tanpa mengusung kader. Meskipun di Tangsel dan Pandeglang Golkar belum memaksimalkan kadernya karena petahana di sana notabene bukan kader internal langsung Golkar. “Selain Partai Golkar dapat melihat momentum para kadernya yang dalam posisi strategis. Partai Golkar memang secara mesin partai lebih mapan, kuat dan lebih tersistem. Selain itu pola kaderisasi yang dimiliki Golkar sudah mengakar di Banten,” katanya.

Harits memprediksi, Golkar akan tetap mengusung kadernya di Pandeglang dan Tangsel meskipun hanya sebagai calon wakil kepala daerah. “Kekuatan elite lokal yang mengakar, dijadikan modal kuat Golkar untuk memenangkan empat pilkada di Banten,” pungkasnya. (you-den/alt/ags)