Pilkada Bukan Ajang Uji Coba

0
1.390 views

SERANG – Debat calon Bupati dan Wakil Bupati Serang berlangsung dengan penyampaian gagasan masing-masing paslon. Selain itu, debat juga diwarnai adu program masing-masing calon untuk lima tahun ke depan.

Debat putaran ketiga ini berlangsung di Studio Kompas TV, Jakarta, tadi malam (2/12). Debat mengusung tema ‘Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memperkuat Pelayanan Publik’. Paslon nomor urut 01 Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa menyampaikan keberhasilannya selama menjabat pada periode pertama. Tatu juga menyampaikan ingin melanjutkan pembangunan pada periode kedua.

Tatu mengatakan, agenda pembangunan daerah harus dilakukan oleh yang berpengalaman, teruji, dan memilki relasi yang luas. Karena itu, ia menilai, pilkada bukan untuk ajang coba-coba. “Pilkada bukan untuk coba-coba dan beradu nasib,” katanya.

Tatu menambahkan, pihaknya selama lima tahun sudah melakukan berbagai pembangunan. Bukan hanya pembangunan infrastruktur, Pandji juga mengaku sudah melakukan investasi sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa pendidikan. “Pemkab Serang juga mendapatkan penilaian WTP (wajar tanpa pengecualian) berturut-turut selama kami menjabat,” ujarnya.

Sementara itu, pasangan nomor urut 02 Nasrul Ulum-Eki Baihaki lebih menyoroti soal tingginya angka pengangguran di Kabupaten Serang. Nasrul mengungkapkan, angka pengangguran di Kabupaten Serang selama beberapa tahun terakhir berkisar di angka 10 persen hingga 12 persen.

Menurut Nasrul, tingginya angka pengangguran di Kabupaten Serang karena beberapa faktor. Mulai dari calo tenaga kerja, praktik nepotisme, dan kurangnya intervensi pemerintah daerah untuk membangun ekonomi kreatif. “Karena itu, kami bertekad untuk mengentaskan pengangguran di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Pada sesi debat terbuka, Nasrul menanyakan soal blind spot di berbagai desa, khususnya di desa terpencil. Ia mempertanyakan soal kebijakan pemerintah daerah untuk mengatasi blind spot di beberapa desa saat masa pembelajaran daring. Tatu menjawab, jika pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya, mendatangi langsung rumah siswa yang kesulitan akses internet. “Guru langsung mendatangi rumah siswa yang sulit untuk mengikuti belajar daring dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Cawabup Memanas

Suasana debat semakin memanas ketika sesi debat terbuka antar calon wakil bupati. Keduanya saling melemparkan pertanyaan serangan. Mulai dari isu kerusakan lingkungan hingga nasib buruh di Kabupaten Serang.

Calon wakil bupati nomor urut 01 Pandji Tirtayasa sedikit menyinggung pasangan nomor urut 02. Ia menyinggung soal kerusakan lingkungan di Bojonegara akibat eksploitasi gunung. Kemudian, juga dampak pengerukan pasir yang pernah dirasakan masyarakat Serang Utara pada masa kepemimpinan sebelum ia menjabat sebagai wakil bupati.

Sekadar diketahui, Nasrul Ulum merupakan putera asal Kecamatan Bojonegara. Keluarga Nasrul pun dikenal sebagai pengusaha pertambangan. Kemudian, Eki Baihaki merupakan putera kandung dari mantan bupati Ahmad Taufik Nuriman (ATN). Saat kepemimpinan ATN, pengerukan pasir di Serang Utara sempat menjadi polemik.

Menanggapi hal itu, Eki Baihaki menyampaikan jika urusan pertambangan dan pengerukan pasir laut bukan menjadi urusan Pemkab Serang. Akan tetapi, menjadi kewenangan Pemprov Banten. “Tapi, kita tetap akan mengawal itu saat kita menjabat nanti,” katanya.

Eki membalas dengan pertanyaan lainnya. Ia mengaku mendapatkan masukan dari kaum buruh soal penolakan Undang-Undang Omnibus Law. Ia mempertanyakan sikap Pemkab Serang terkait Undang-Undang Cipta Kerja tersebut. “Bagaimana sikap Pemkab ketika buruh berteriak menyuarakan penolakan Omnibus Law,” katanya.

Menanggapi itu, Pandji Tirtayasa berjanji, akan menyampaikan setiap aspirasi dari masyarakat termasuk kalangan buruh. Salah satunya soal penolakan Omnibus Law. “Tapi, kami bukan pada posisi menolak atau menyetujui, karena Undang-Undang itu produk pemerintah pusat, ranah kami menyampaikan kepada pusat apa yang dikeluhkan para buruh,” pungkasnya. (jek/air)