Pilkada Cilegon Diprediksi Berlangsung Sengit

0
1.515 views

CILEGON – Pilkada Kota Cilegon diprediksi akan berlangsung sengit. Pasangan calon walikota dan wakil walikota yang ikut kontestasi pesta demokrasi lima tahunan itu memiliki peluang yang sama. Mereka punya basis massa yang jelas karena faktor figur.

Dari jalur partai politik, paling tidak ada tiga nama yang mempunyai kans kuat. Mereka adalah Ratu Ati Marliati yang didukung Partai Golkar. Ati sendiri disebut akan berdampingan dengan Sokhidin, politisi Partai Gerindra.

Kemudian, pasangan Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta. Duet ketua Partai Berkarya Provinsi Banten dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten itu diketahui sudah mendeklarasikan berduet.

Sosok terakhir yang memiliki kans kuat juga untuk maju melalui jalur politik adalah Iye Iman Rohiman. Kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu disebut telah mengantongi dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten Syaeful Bahri menuturkan, persaingan sengit bakal terjadi karena memiliki basis massa yang besar.

Tak hanya massa dari partai politik yang mengusung dan mendukung, tapi juga basis massa secara personal.

Ratu Ati Marliati misalnya, sebagai petahana ia diuntungkan karena popularitasnya sudah tak diragukan. Terlebih Ati diketahui telah lama berkiprah di pemerintahan, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan. Potensi itu didukung oleh suara Partai Golkar pada Pemilihan Legislatif yang lalu  hingga berhasil menduduki 10 kursi di DPRD Kota Cilegon.

“Belum lagi didukung oleh sejumlah partai lain, itu jadi kekuatan yang besar,” ujar Syaeful Bahri kepada Radar Banten, Selasa (16/6).

Bakal Calon lainnya, Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta. Sebelum berpolitik dengan kendaraan Partai Berkarya, Helldy sudah lebih jauh berpolitik. Ia diketahui pernah maju melalui jalur perseorangan di Pilkada Kota Cilegon, lima tahun lalu.

Kemudian, Helldy mempunyai investasi sosial yang besar melalui Yayasan Suara Hati Kita, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Bergabung dengan pucuk pimpinan tertinggi di PKS Provinsi Banten dinilai bisa menambah nilai gedor Helldy di Pilkada tahun ini.

Investasi sosial juga dimiliki oleh sosok Iye Iman Rohiman, sebagai tokoh masyarakat dan politisi senior, kekuatannya pun tak bisa diremehkan. Terlebih jika ia berhasil menggandeng sejumlah partai di parlemen serta menetapkan sosok pendamping yang tepat.

Kendati persaingan di Pilkada Kota Cilegon bakal ketat, namun, menurut Syaeful, jika Pilkada di Kota Cilegon diikuti oleh banyak bakal calon, maka kondisi itu menguntungkan bagi Ati sebagai petahana. “Semakin kandidatnya banyak maka persentase pemerolehan suaranya per kandidat makin kecil. Sedangkan, petahana itu basis pemilihnya sudah jelas, kalau itung-itungan kita dari suara partai saja sudah jelas,”  tutur Syaeful.

Terlepas menguntungkan bagi kandidat tertentu, banyaknya bakal calon yang  maju menunjukkan tren positif pada perpolitikan di Kota Cilegon. Masyarakat mempunyai banyak pilihan calon pemimpin untuk dipilih.

GERINDRA-PAN PECAH KONGSI

Selain banyaknya kandidat potensial, hal menarik lainnya di Pilkada Kota Cilegon adalah pecah kongsi antara Partai Gerindra dan PAN.  Diketahui, di Kabupaten Serang dan di Tangerang Selatan, dua partai itu sepakat untuk maju bersama. Sedangkan di Kota Cilegon mereka bersebrangan. Gerindra merapat pada Ati, sedangkan PAN mendukung Iye.

Hal itu dinilai Syaeful sebagai hal yang wajar dalam perpolitikan. Karena analisa pemimpin partai politik bisa berbeda untuk setiap daerah. “Tidak ada rumus baku, rumus mati setia sampai mati di politik, itu watak politik,” ujarnya.

Proses Pilkada Kota Cilegon sudah dimulai sejak 15 Juni lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon telah melanjutkan rangkaian proses yang sempat tertunda akibat Covid-19. “Dalam waktu dekat ini kita juga akan melakukan verifikasi faktual jalur perseorangan dari 24 Juni sampai 12 Juli,” ujarnya.

Untuk pendaftaran jalur partai politik akan dibuka dari 4 hingga 6 September. Sedangkan untuk pemungutan suara diagendakan pada 9 Desember mendatang. Sebagai konsekuensi pelaksanaan di tengah pandemi, maka KPU Kota Cilegon konsen agar pelaksanaan Pilkada berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Tahapan dilaksanakan menggunakan masker, hand sanitizer, jaga jarak, semuanya disesuaikan dengan protokol kesehatan,” ujarnya. (bam/alt)