Pilkada Cilegon: Empat Partai Jajaki Koalisi

0
8.597 views
Dari kiri; Ketua DPD Partai Berkarya Cilegon Sabihis, Ketua DPD PAN Cilegon Alawi Mahmud, Ketua DPW PAN Banten Masrori, bakal calon wakil walikota Iye Iman Rohiman, Ketua DPW Partai Berkarya Banten Helldy Agustian, Ketua DPC PPP Cilegon Sihabudin Syibli, pengurus DPW PKS Banten Amal Irfanudin, Sekretaris DPD PAN Cilegon Hasbudin, serta pengurus DPW PKS Banten Anugerah, foto bersama usai menggelar pertemuan di Hotel Horison Forbis Cilegon, Selasa (25/2) malam.

CILEGON – Sejumlah politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Berkarya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar pertemuan di Hotel Horison Forbis Cilegon, Selasa (25/2) malam. Keempat partai mengisyaratkan bakal berkoalisi pada Pilkada Cilegon.

Pertemuan yang dipelopori oleh PAN itu tidak hanya dihadiri oleh pengurus partai Kota Cilegon. Bakal calon walikota atau wakil walikota seperti Heldy Agustian dan Iye Iman Rohiman juga hadir. Hasil pertemuan itu, empat partai yang hadir memberikan isyarat bakal melawan bakal calon petahana, Ratu Ati Marliati, yang diusung Partai Golkar.

Isyarat itu ditunjukkan dengan lahirnya kesepahaman untuk mengusung gerakan perubahan di Kota Cilegon. Selain itu, Partai Golkar pun tidak masuk ke dalam daftar partai yang diundang pertemuan.

“PAN memelopori pertemuan lintas parpol dan figur yang menghembuskan napas perubahan. Saya lihat arus itu semakin deras, saya tentu punya kepentingan politik bagaimana mempersatukannya,” ujar Ketua DPD PAN Kota Cilegon Alawi Mahmud, Rabu (26/2).

Menurut Alawi, selain Partai Berkarya, PKS, dan PPP, PAN pun mengundang Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Demokrat. Namun, tiga partai mengonfirmasi tidak bisa hadir dengan beberapa alasan.

Pertemuan tersebut, lanjut Alawi, memang baru sebatas penyamaan persepsi. Belum sampai tahap menyepakati koalisi. Namun, keempat partai yang hadir sepakat untuk melanjutkan pertemuan dalam waktu dekat. “Kurang dari sepekan lagi akan ada pertemuan lanjutan yang akan difasilitasi oleh Partai Berkarya,” ujar Alawi.

Dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya, diharapkan akan mengerucutkan mitra koalisi antar-partai politik, serta merumuskan pasangan bagi bakal calon. “Kita targetkan kurang dari sebulan sudah melahirkan satu keputusan. Syukur-syukur dari semua parpol bergabung menjadi satu dan melahirkan satu pasangan calon,” ujarnya.

Soal Golkar yang tidak masuk daftar partai yang diundang, menurut Alawi hal tersebut karena ia menilai selama ini partai beringin itu belum menggaungkan semangat perubahan dalam setiap langkah politik baik yang dilakukan oleh pengurus maupun bakal calon yang diusung.

Terpisah, Amal Irfanudin yang mewakili PKS dalam pertemuan tersebut tak menampik jika empat partai dan tokoh bakal calon yang hadir mempunyai semangat mengusung gerakan perubahan. “Tapi belum ada kesepakatan koalisi, baru ngobrol-ngobrol saja,” ujar mantan wakil ketua DPRD Cilegon itu.

Kata Amal, ia telah menyampaikan hal-hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut ke Ketua DPD PKS Kota Cilegon Abdul Ghoffar. Selanjutnya, ia menunggu arahan partai untuk menentukan langkah.

Hal senada pun diungkapkan Helldy Agustian. Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten itu mengungkapkan bahwa pertemuan itu baru melahirkan kesamaan pandangan antar partai dan tokoh.

“Karena Berkarya punya calon, PAN punya calon, PKS juga ada calon. Jadi hanya komunikasi dan silaturahim dalam rangka menghadapi pilkada,” ujar Helldy.

Helldy pun membenarkan akan ada pertemuan lanjutan terkait hal tersebut. Namun, ia belum tahu secara persis apa saja selanjutnya yang akan dibahas. “Kita lihat saja perkembangannya,” ujar Helldy.

Sementara itu, bakal calon walikota Cilegon Iye Iman Rohiman mengaku mengapresiasi niat baik PAN mengumpulkan partai-partai yang mempunyai semangat sama mengusung perubahan di Kota Cilegon.

“Obrolan panjang, intinya silaturahim. Yah kalau bicara koalisi, harapan ada, tapi tidak semudah itu, karena bicara partai ini batas wilayah saja, kan di atasnya ada DPW ada DPP,” ujarnya. (bam/ibm/ags)