Sekretaris KPU Kota Cilegon Adhitya Chandra

CILEGON – Penyelenggaan Pilkada Cilegon 2015 lalu menghabiskan anggaran sekira Rp17,1 miliar lebih. Tercatat, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sekira Rp1,7 miliar dari total anggaran Rp18,8 miliar yang dipersiapkan Pemkot Cilegon untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon.
“Tidak terserapnya anggaran hibah itu turut dipengaruhi pasar. Seperti pada item anggaran belanja APK (Alat Peraga Kampanye), yang kita alokasikan sekitar Rp700 juta, tapi cuma terserap di bawah Rp200 juta. Sebab, waktu penentuan RAB itu terjadi perbedaan pada waktu kita survei pasar,” ujar Sekretaris KPU Kota Cilegon Adhitya Chandra saat ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Senin (25/1/2016).

Ia menambahkan, proses penghitungan anggaran hibah Pilkada itu sudah berdasarkan dokumen pengesahan Surat Perintah Pengesahan Hibah Langsung (SP2HL) dan tercatat ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). “Jadi kalau dikatakan silpa kita besar, ya memang besar. Karena kita juga memegang prinsip kehatian-hatian yang tinggi dalam penggunaannya,” tambahnya.

Disinggung terkait dengan dana tambahan hibah sebesar Rp4,1 miliar yang diperoleh KPU pada anggaran perubahan 2015 silam, dirinya mengaku belum dapat membeberkannya. “Yang pasti, dana tambahan peruntukannya jelas, yaitu untuk honor sekretariat hingga penyelenggara pemilu seperti PPK dan PPS. Cuma belum kita laporkan,” jelasnya. (Devi Krisna)